Ajian Sirah Nabi Muhammad di PPA Lubangsa Utara Putri Diaktifkan Kembali

Kafilatul Fainanah, PPA Lubangsa Utara Putri

Annuqayah.ID – PPA Lubangsa Utara Putri pada hari Kamis, 9 Desember 2021 kemarin melanjutkan ajian Sirah Nabi Muhammad SAW yang diasuh oleh Ibu Nyai Fadhilah Hunain, salah satu pengasuh PPA Lubsang Utara Putri. Majelis ajian yang memang dibuka bagi semua kalangan, baik bagi kalang santri atau alumni atau pun masyarakat secara umum, ini diaktifkan kembali setelah hampir dua tahun vakum sebab pandemi.

Ajian Sirah Nabi Muhammad SAW biasa dilaksanakan setiap hari Kamis, yakni seusai jamaah salat Asar sampai selesai. Kegiatan ini diwajibkan bagi seluruh santri dan memang mendapat respon yang cukup baik dari santri.

“Ajian sirah Nabi adalah kegiatan mingguan, akan tetapi untuk tahun kemarin tidak terlaksana sebab belum mendapat izin melaksanakan kembali ajian Sirah Nabi oleh Bapak kiai yang terkendala pandemi Covid-19. Tapi, untuk tahun ini ajian kembali diaktifkan dan alhamdulillah santri cukup antusias dalam mengikuti ajian Sirah Nabawi. Dan saya pribadi memang sudah menunggu,” ucap Sofiyatun Pengurus Pendidikan PPA Lubangsa Utara Putri.

Ajian Sirah Nabi adalah salah satu ajian yang paling digemari santri, sehingga kegiatan ini mendapat respon yang positif.

“Ajian Sirahh Nabi selalu menarik bagi saya. Cara penyampaian beliau yang seringkali dikemas dengan cerita dan juga ditambah dengan penjelasan yang relevan dengan kehidupan kami, membuat kami selalu merasa seolah sedang benar-benar belajar tentang bagaimana menjalani hidup yang sesuai Nabi,” kesan Arikatul Barokah santri PPA Lubangsa Utara Putri.

Antusiasme terhadap ajian Sirah Nabi ini juga dirasakan oleh beberapa santri dari daerah Annuqayah lainnya. Santri dari beberapa daerah pesantren Annuqayah, semisal PPA Karang Jati, sempat beberapa kali bertanya perihal pengaktifan kembali ajian ini, sekalipun pada pertemuan perdana setelah lama vakum kemarin tidak dapat ikut berpartisipasi.

Di samping sebagai penambah wawasan santri tentang sosok nabi, ajian Sirah Nabi sebagaimana ajian lainnya yang ada di PPA Lubangsa Utara Putri, juga menjadi wadah tempat santri mengasah keterampilan literasi. Setiap santri diwajibnkan memiliki buku catatan dan pada secara berkala dikoreksi oleh pengurus kamar.

Hidup adalah tentang Menerima Kesulitan dan Kemudahan

Pada ajian hari Kamis kemarin Ibu Nyai menjelaskan episode perang Badar. Perang yang melibatkan sekitar 300 orang muslim yang siap mati melawan 1000 pasukan yang sudah berpengalaman dari pihak Quraisy. Melihat dari jumlah, Nabi Muhammad SAW sebenarnya merasa sangat khawatir. Namun dengan berpegang pada keyakinan yang benar dan dukungan para sahabat yang sudah siap mati demi membela agama, Nabi Muhammad SAW kemudian memerintahkan—jika tidak bisa dikatakan mengizinkan—mereka berangkat. .

“Perjuangan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup. Akan selalu ada perjuangan berikut kesulitannya. Namun hidup bukan hanya tentang kesulitan. Akan ada kemudahan yang juga menunggu. Ada siang ada malam. Ada kesulitan pasti akan ada kemudahan. Kira-kira demikian pelajaran hidup yang saya dapat pada episode kali ini. Jalani saja hidup yang sudah kita miliki,” ujar Zahrotul Aini, salah satu senior PPA Lubangsa Utara Putri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *