Annuqayah Siapkan Pertanian Pesantren

Moh. Ridwan, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Setelah lama dalam perencanaan, akhirnya Annuqayah menyiapkan diri untuk melaksankan program Pertanian Pesantren. Usaha realisasi program ini diusung oleh banyak pihak, mereka terdiri dari pengurus Yayasan, pengurus Pesantren, pengurus BPM-PPA, dan pakar pertanian sebagai dewan konsultan. Dimulai sejak tanggal 16/04 lalu hingga kemarin 18/04 mereka telah menyiapkan segala macam bentuk kebutuhan untuk suksesnya program Pertanian Pesantren.

Kemarin siang 18/04, mereka telah melangsungkan acara Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan bahan dan lahan serta kebutuhan dalam Pertanian Pesantren ini. Pada FGD tersebut disepakati 4 lahan utama yang akan dikelola, yaitu lahan di depan gedung BLK-PPA, Lahan yang terletak di sebelah barat daerah Lubtara, lahan yang terletak di sebalah barat daerah Al-Amir dan lahan yang berada di kediaman K. Moh. Naqib Hasan (Dalem Laok). Adapaun tanaman yang akan dikelola terdiri dari sayuran, umbi-umbian, buah-buahan, dan tanaman musiman.

Observasi lahan untuk persiapan penanaman tumbuhan.

Untuk lahan di depan gedung BLK-PPA akan ditanami tomat, cabe besar, cabe kecil, dan gambas. Sedangkan lahan di sebelah barat daerah Lubtara akan ditanami kacang panjang, sawi, buncis, terong, dan labu madu. Lahan yang berada di kediaman K. Moh. Naqib Hasan akan juga ditamani kacang panjang, labu, kangkung, dan gambas.

Pertanian Pesantren untuk saat ini digagas dalam bentuk agri bisnis, namun dikemudian hari juga akan dijadikan agri edukasi dan agri wisata. Sehingga, pengelolaan lahan tidak hanya tertuju pada sektor bisnisnya saja, tetapi pada edukasi dan wisata pertanian bagi siapun saja yang bermaksud belajar dan berwisata di Pertanian Pesantren.

Seperti yang dikemukakan oleh ketua BPM-PPA, K. Moh. Khotibul Umam “Dari agri bisnis kita akan ke agri edukasi. Kami rencanakan lahan yang telah dikelola menjadi laboratorium pembalajaran bagi santri khususnya dan bagi siapapun yang bermaksud untuk belajar. Juga nanti akan dikembangkan ke agri wisata. Sebenarnya tidak hanya itu, banyak. Tetapi, untuk saat ini kami masih memfokuskan diri untuk agri bisnis saja.”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *