Bedah Buku Hati Suhita Tembus 500 Peserta

Moh. Ridwan dan Partomo, Sektariat PPA

Annuqayah. ID – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM )Teater Al-Fatihah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) kembali mengadakan Perayaan Molang Are (peringatan hari lahir: Red) ke 11. Salah satu acaranya adalah bedah buku karya Khilma Anis yang berjudul “Hati Suhita”. Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium As-Syarqawi pada hari Rabu (4/3) ini dimulai jam 14.00 WIB. Peserta di dalamnya terdiri dari santri wati dan beberapa dosen Instika dengan jumlah keseluruhan lebih dari 500 orang.

Acara yang bertemakan “Teater Pesantren; Mempertemukan yang Sakral dan Profan” ini dihadiri oleh penulis buku “Hati Suhita” itu sendiri dan Dr. Ulya Fitriyati Lc., M.ag sebagai Pembanding serta K. M. Faizi selaku moderator. Dimulai dengan pemaparan moderator tentang keunikan novel yang super unik dan booming dikalangan santri dan pesantren, dan ditegaskan dengan pernyataan Dr. Ulya bahwa novel itu sangat unik dan menarik. Khilma Anis sebagai pembicara terakhir mengungkapkan alasannya menghadirkan novel dengan genre pesantren dan bahkan dia mengungkapkan bahwa di dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia daerah Jawa Timur karyanya merupakan aliran novel baru.

Lailatul Fitriyah selaku ketua UKM Teater Al-Fatihah Instika Putri mengutarakan bahwa acara ini adalah pertama kalinya diadakan. “Biasanya kami mengadakan Molang Are sebatas di ruangan saja, tapi kali ini kami sok berani dan punya nyali mengkonsep berbeda”. Alasan kenapa harus bedah buku, ketua UKM itu menjawab kerena novel Khilma Anis menjadi trending topic di kalangan santri beberapa waktu lalu.

K. M. Faizi Selaku Moderator dalam Acara Bedah Buku Hati Suhita.

Mengenai banyaknya peserta, panitia sebelumnya menargetkan akan ada sekitar 300 peserta, namun kenyataannya lebih dari yang mereka ekspektasikan.

“Sebelumnya kami hanya menyediakan 300 kursi saja, Tapi Alhamdulillah peserta yang hadir lebih dari harapan kami, sekitar 500 orang dan itu bukan hanya dari kalang santri, melainkan dosen yang dengan suka rela juga membayar uang tiket masuk” ungkap Asriyani selaku ketua panitia.

Asriyani juga menambahkan harapan dari diadakannya acara ini adalah “Semoga dari bedah buku, peserta khususnya anggota teater Al-Fatihah dapat mengambil banyak pelajaran yang begitu berharga, sehingga dalam dunia kesustraannya menjadi semakin sempurna dan romatis” ungkapnya saat diwawancarai oleh reporter Annuqayah. ID.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *