Berlatih Tata Boga untuk Persiapan Hidup di Masyarakat

Afidatul Hasanah, Latee II

Departemen Pengembangan Bakat dan Intelektual (DPBK) Latee II kembali menggelar kegiatan mingguan, yaitu tata boga dan kerajinan tangan pada Kamis (22 November 2019).

Blok yang mendapat giliran pekan ini adalah Al-Qudusy dan As-Shafy B. Kedua blok tersebut menyajikan masakan dengan bahan utama yang sama, yaitu cumi.

“Ya, tak apalah sama bahan utamanya. Yang penting rasa dan masakannya berbeda,” ucap Rohatin, Ketua blok Al-Qudusy ketika diwawancarai saat pelaksanaan acara.

Peserta dari blok Al-Qudusy memberi nama masakannya Mexi Feat Cumi, yaitu makanan Timur Tengah berupa nasi yang dicampur kubis dengan tambahan cumi berbalur tepung. Sebagai makanan penutupnya, ditambahkan juga puding cooks.

Masakan peserta dari blok As-Shafy B diberi nama Cumi Sambal Pedas, yaitu cumi berbalur tepung dengan paduan cabai rawit. Fina Maulida, Ketua blok As-Shafy B, menyebut masakan tersebut merupakan makanan khas Indonesia.

Seafood menjadi bahan utama tata boga tahun ini. Hal ini agar membuat santri bisa memasak ikan dengan lebih baik dan menjadi bekal untuk kehidupan di masyarakat.

“Buah-buahan sudah biasa setiap tahun. Untuk tahun ini kami ingin yang berbeda. Karena Seafoodlebih sulit cara memasaknya, sehingga santri nantinya lebih tertantang lagi,” tutur Ustazah Winda El-Fauriza, Koordinator DPBK.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *