Binasaba ‘21 PPA Kusuma Bangsa Putri, Pengasuh: Kembangkanlah Kreativitasnya

Uswatun Hasanah, PPA Kusuma Bangsa Putri

Annuqayah.ID – Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa Putri kembali menyelenggarakan kegiatan rutin untuk menyambut santri baru yaitu Bimbingan dan Pembinaan Santri Baru (Binasaba) tahun 2021. kegiatan ini dimulai pada hari Selasa-Jumat (21-24/09/2021) yang bertempat di musala PPA Kusuma Bangsa Putri. Acara tersebut biasanya diadakan pada setiap 2 tahun 1 kali, tetapi melihat pertimbangan dan kesepakatan para pengurus, maka diadakanlah untuk tahun ini karena melihat batas jumlah minimal santri baru pada tahun ini yaitu sebanyak 25 peserta baru. Kegiatan Binasaba ‘21 PPA Kusuma Bangsa Putri kali ini dikemas dengan beberapa penyajian dan mengangkat tema “Mewujudkan Santri Adaptif; Berakhlak Mulia, Berpotensi, dan Kreatif.”

Munawarah selaku ketua panitia Binasaba ‘21 PPA Kusuma Bangsa kali ini mengatakan dalam sambutannya bahwa menjadi santri haruslah semangat dan bangunlah kreativitas.

“Selamat datang saya ucapkan bagi para santri baru dalam Binasaba ‘21 ini di PPA Kusuma Bangsa Putri. Tetap semangat dan bangunlah kreativitas diri kalian sebagai seorang santri berangkat dari Binasaba ‘21 ini. Saya juga berharap agar tetap menjadi santri yang berakhlakul karimah yang  mempunyai potensi dan kekreativitasan,” ujarnya.

Pada hari Selasa, diawali dengan kegiatan Pra-Binasaba, didalamnya dikonsep dengan berbagai pos-pos yang diisi pendaftaran dan berbagai pengantar pengenalan yang berkaitan dengan Pondok Pesantren Annuqayah khususnya daerah Kusuma Bangsa. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara seremonial, pada Selasa malam yang  dihadiri oleh para pengasuh PPA Kusuma Bangsa, KH Mohammad Hosnan dan KH Ach Maimun Syamsuddin.

KH Mohammad Hosnan selaku Pengasuh PPA Kusuma Bangsa mengapresiasi dan setuju terkait tema kegiatan Binasaba ‘21 ini.

“Saya sangat setuju dengan tema yang dibuat oleh panitia Binasaba ‘21 kali ini, ‘Mewujudkan Santri Adaptif; Berakhlak Mulia, Berpotensi, dan Kreatif.’ Dengan berkaca pada tema ini, artinya pengurus atau panitia mempunyai keinginan untuk membentuk para santri pada tahun ini agar bisa cepat beradaptasi dan bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang ada. Di samping itu, dibarengi dengan tingkah laku yang sopan serta bisa membangun potensi diri dan bisa mengembangkan kekreativitasannya, dan saya sangat mendukung hal itu.” dauhnya.

Santri baru PPA Kusuma Bangsa Putri sedang khusuk mendengarkan penyajian di kegiatan Binasaba ’21 (21/09).

Pada hari Rabu diisi dengan penyajian pertama yang bertemakan “Cikal Bakal Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa.” Dalam hal ini diisi langsung oleh KH Mohammad Hosnan selaku Pengasuh PPA Kusuma Bangsa. Beliau mengulas sejarah singkat berdirinya PPA Kusuma Bangsa.

“Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa didirikan oleh KH Sahabuddin beserta istrinya Nyai Romlah. Kemudian dilanjutkan putranya yaitu KH Kurdi dan Nyai Salma, yang mempunyai empat keturunan salah satunya Nyai Halimatul Qudsiyah dan Ummu Kultsum. Beliau berdua melanjutkan kepengasuhan sekarang beserta para menantunya, KH Mohammad Hosnan dan KH Ach Maimun Syamsuddin,” tuturnya.

Penyajian kedua, hari Kamis bertemakan “Urgensi Akhlaqul Karimah dalam Mewujudkan Generasi yang Spritualitas.” Dalam hal ini diisi langsung oleh KH Ach Maimun Syamsuddin yang  juga Pengasuh PPA Kusuma Bangsa. Beliau menjelaskan pembagian akhlak yang harus dimiliki oleh seseorang.

“Akhlak terbagi tiga bagian. Pertama, akhlak kepada Allah SWT. Kedua, akhlak kepada sesama manusia atau makhluk. Ketiga, akhlak kepada tumbuhan atau alam. Maka, untuk menjadi seorang santri yang ingin mempunyai akhlakul karimah, ia yang bisa mempososisikan dan menerapkan dengan baik ketiga akhlak tersebut,” tambahnya.

Penyajian ketiga, hari Jum’at pagi bertemakan “Mewujudkan Potensi Santri dalam Membentuk Jiwa yang Tangguh dan Bertanggung Jawab.” Saudari Nurul Ghamamah bergerak menjadi penyaji. Beliau juga mengulas agar santri menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.

“Untuk menjadi seorang santri yang tangguh dan bertanggung jawab, maka harus mempunyai sifat mandiri, bisa mengatur waktu, ikhlas, serta bisa bertoleransi dengan baik. Saya jadi teringat dengan ucapan BJ Habibi yaitu ‘Kesuksesan tidak dimiliki oleh ia yang pintar tetapi dimiliki oleh ia yang ingin berusaha’.” imbuh alumni  PPA Kusuma Bangsa Putri itu.

Dilanjutkan dengan penyajian yang terakhir pada hari Jumat Sore dengan tema “Menumbuhkan Kreativitas Santri Sebagai Generasi Milenial di Era Society 5.0 dalam Bingkai Rahmatan Lil Alamin.” Dalam hal ini diisi oleh saudara Muhammad Robith Dlamiri yang berasal dari Batu Putih Laok, Batu Putih Sumenep.

“Rahmatan Lil Alamin merupakan hal yang universal, artinya kasih sayang yang menyeluruh pada seluruh alam. Jadi, bukan hanya untuk orang Islam saja, tetapi seluruh alam. Hal ini bisa dilihat dan didapat dalam 3 komponen, yaitu; Hablum Minallah, Hablum Minannas, dan Hablum Minal Alam. Di samping itu, santri haruslah mempunyai sifat mentalitas yang kuat, berpandangan keduniaan (bisa lewat dengan berkumpul pada orang-orang yang sama di bidang keahliannya), serta bisa berusaha dengan melalui berdoa, ikhtiyar, dan tawakal,” tambah alumni PPA Daerah Lubangsa itu.

Seremonial acara penutupan dilaksanakan pada Jumat malam. Acara ini juga dihadiri oleh para pengasuh PPA Kusuma Bangsa, KH Mohammad Hosnan dan KH Ach Maimun Syamsuddin. Kegiatan Binasaba ‘21 ini ditutup dengan pembacaan Al-Fatihah bersama dan surah Al-’Ashr 3 kali yang dipimpin oleh KH Ach Maimun Syamsuddin, dengan harapan acara Binasaba ‘21 yang sudah berjalan selama 4 hari ini bisa mendapatkan hasil yang barokah dan segala urusan dipermudah kedepannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *