BLKK Annuqayah Gelar Pelatihan, Utamakan Santri Alumni

Partomo dan Iqbal Ramadhani, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Annuqayah melakasanakan pembukaan pendidikan dan pelatihan teknik otomotif sepada motor Senin (16/3) pagi. Acara yang dilaksanakan di gedung BLKK Annuqayah ini dihadiri oleh Kepala Biro Pengembangan Minat Santri, K. A. Faidi, Ketua BLKK Annuqayah sekaligus Ketua Pelaksana Biro Pengembangan Minat Santri, Bapak Hasan Basri, Ketua Pelaksana Biro Informasi dan Dokumentasi, Bapak Fahmi, dan 16 peserta pelatihan.

Bapak Hasan Basri mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan perdana di tahun 2020, dan merupakan pelatihan yang kedua semenjak BLKK Annuqayah diresmikan pada tahun 2019. Untuk pelatihan kali ini diutamakan terhadap alumni. Terutama alumni yang sudah memiliki bengkel.

“Setiap tahun paling sedikit ada 4 paket pelatihan. Pelatihan ini merupakan paket 1 di tahun 2020,” ucap beliau saat memberikan sambutan pada acara pembukaan pendidikan dan pelatihan.

Menurut beliau pelatihan ini akan dilaksanakan selama 30 hari dan akan berlangsung selama 8 jam setiap harinya

“Pelatihannya dimulai dari jam setengah delapan,” tukasnya.

Sesi foto bersama saat pembukaan pelatihan BLKK Annuqayah.

Beliau menambahkan bahwa kedepannya BLKK Annuqayah harus mandiri. Meskipun tidak ada program dari pemerintah, BLKK Annuqayah tetap harus melaksanakan pelatihan. Beliau juga berharap dengan adanya pelatihan ini peserta dapat merintis usaha sendiri.

“Sebisa mungkin peserta pelatihan dapat merintis usaha,” lanjut beliau.

Menurut Bapak Mundir, selaku Instruktur pendidikan dan pelatihan BLKK Annuqayah, materi yang akan disampaikan merupakan materi dasar otomotif.

“Sebenarnya materi yang dijadwalkan sudah terlampaui. Seperti tata cara menambal ban dan sebagainya,” ucap beliau saat diwawancarai.

Beliau menambahkan bahwa setelah pelatihan selesai para peserta akan dijadwalkan untuk magang. Selama ini, tambahnya, lulusan pelatihan yang dilaksanakan BLKK Annuqayah selalu diminta oleh masyarakat untuk menetap di bengkelnya.

“Tolong dimintakan izin kepada pengasuh,” ucap beliau menirukan permintaan masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *