Home Care (Rawat Inap) Kini Bisa di Ponkestren Annuqayah

Moh. Ridwan, Sekretariat-PPA

Setelah memenuhi persyaratan, mulai dari jumlah perawat hingga fasilitas, atas izin Puskesmas Guluk-Guluk Ponkestren Annuqayah membuka Home Care (rawat inap) bagi masyarakat pesantren khususnya santri. Hal ini adalah bentuk upaya inovatif Puskesmas Guluk-Guluk yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pesantren Annuqayah. Pelaksanaan Home Care ini merupakan salah satu program dalam bentuk upaya kesehatan masyarakat Puskemas Guluk-Guluk, sehingga prosedur pelayananya diatur dan atas rekomendasi Dokter dan Kepala Puskesmas Guluk-Guluk.

Semejak diresmikan oleh Kepala Puskesmas Guluk-Guluk tanggal 26/2, hingga Senin 16/3 telah tercatat 30 pasien yang dirawat di Ponkestren Annuqayah. Mereka semuanya berstatus santri aktif Annuqayah dan diantaranya telah duduk di bangku kuliah. Menurut keterangan Kepala Puskesmas Guluk-Guluk, bapak Baharudin Mutheri, S.Kep. Ns. MH Ponkestren Annuqayah merupakan satu-satunya ponkestren di madura bahkan yang paling istimewa kerena perawatnya yang berjumlah 5 orang.

Tidak semua masyarakat pesantren khususnya santri bisa dirawat di Ponkestren Annuqayah. Pak Baharudin Mutheri, S.Kep. Ns. MH mengkategorikan pasien yang dapat dirawat di Ponkestren Annuqayah adalah yang tingkat penyakitnya tidak terlalu parah.

“Jika ada santri yang sangat dan butuh kontrol dokter secara intensif atau kategori penyakitnya parah maka hal itu perlu untuk dirawat di Puskesmas sendiri,” ucapnya.

Home Care di Ponkestren ini menyesuaikan dengan akhlak pesantren Annuqayah, tempat pasien laki-laki berjauhan dengan tempat pasien perempuan. Menurut Ilyasi, selaku ketua Ponkestren putra Annuqayah mengatakan bahwa kami terus menyesuaikan dengan prinsip Annuqayah dalam hal pemetakan laki-laki dan perempuan. Sejauh ini kami terus berupaya agar pasien dan pengunjung juga mengindahkan peraturan kami yang seperti ini, bahkan pengurus Ponkestren sendiri baik laki-laki atau perempuan tidak boleh sembarangan berbicara dengan lawan jenis, bahkan kalau sampai memasuki komplek lawan jenis itu tidak boleh.

Seluruh administrasi dan pembiyaan Home Care ini dilakukan di Puskesmas Guluk-Guluk. Hal ini karena Pasien yang dapat di rawat di Ponkestren Annuqayah harus ke Puskesmas Guluk-Guluk guna menjalani pemeriksaan terlebih dahulu, kemudian jika rekomendasi dokter bisa dirawat di Ponkestren Annuqayah maka bisa langsung dirujuk ke Annuqayah untuk selanjutnya menjalani rawat inap di Ponkestren Annuqayah.

Mengenai pembiayaan, Kepala Puskesmas menegaskan bahwa seleruhnya sesuai dengan regulasi Puskesmas Guluk-Guluk. Seperti Penggunaan BPJS atau Surat Peryataan Miskin (SPM) dari kepala desa maka akan mendapatkan biaya gratis dari Puskesmas, jika tidak terdaftar di BPJS atau tidak membawa SPM maka statusnya menjadi pasien kategori umum.

Pelaksanaan Home Care di Pesantren Annuqayah ini selain dari upaya puskesmas itu sendiri juga keinginan pengasuh Annuqayah. Menurut Ilyasi, K. Naqib Hasan selakau Ketua Pengurus Annuqayah  berkeinginan agar Ponkestren Annuqayah juga bisa dijadikan Home Care, sehingga masyarakat pesantren khususnya santri yang sakit tidak perlu dirawat di rumah sakit atau Puskesmas yang jaraknya cukup jauh dari pesantren dan mempermudah pengasuh untuk tetap mengawasi santri yang sakit.

Semua Pihak, baik dari Puskesmas Guluk-Guluk dan Ponkestren Annuqayah berharap agar pelaksaan Home Care ini dapat berjalan sebaik mungkin. Pihak Ponkestren akan selalu siap untuk melayani dan membantu perawat yang sedang bertugas, sehingga para pasien akan selalu merasa puas dan nyaman saat dirawat di Ponkestren Annuqayah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *