KCL PPA Lubangsa Utara Putri Gelar Aksi Lingkungan di Pantai Slopeng

Kafilatul Fainanah, PPA Lubangsa Utara Putri

Annuqayah.ID – Komunitas Cinta Lingkungan (KCL) PPA Lubangsa Utara Putri melakukan aksi cinta lingkungan di salah satu distinasi wisata masyarakat Sumenep yaitu pantai Slopeng pada hari Jumat, 3 Desember 2021.

Dalam kegiatan ini direncanakan beberapa aktivitas yang diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan, di antaranya adalah bersih-bersih, memilah, dan memanfaatkan sampah. Kegiatan pemanfaatan sampah yang dimaksud adalah pengolahan sampah plastik melalui pembakaran menjadi kursi dan juga melalui pengolahan menjadi kemucing.

Kegiatan ini setidaknya dapat menumbuhkan kesadaran bahwa sampah yang dapat menggangu pemandangan dan panorama alam dapat diminimalisir melalu pengolahan. Namun dalam pelaksanaannya, tim KCL yang terdiri dari 10 orang serta 3 pengurus yang bertindak sebagai pendamping hanya bisa melaksanakan kegiatan bersih-bersih dan pemasangan beberapa papan peduli lingkungan.

Cuaca pada saat pemberangkatan cukup mengkhawatirkan, bahkan di perjalanan sempat terjadi hujan. Namun beberapa menit setelah sampai di lokasi, cuaca cukup terang sekalipun tidak secerah pada saat musim panas. Sekitar jam 11.00 WIB kegiatan dimulai dengan bersih-bersih, yakni mengumpulkan sampah yang berserakan di bibir pantai.

Namun karena kuantitas pegiat dan sarana yang kurang memadai kegiatan bersih-bersih hanya dapat dilakukan di separuh area bibir pantai. Kegiatan  dilakukan  sampai dengan sekitar  jam 2 siang.

Foto peserta aksi lingkungan KCL PPA Lubangsa Utara Putri setelah selesai bersih-bersih (3/12).

Kondisi pantai Slopeng memang tdiak separah kondisi di pantai tercemar lainnya. Sampah yang berserakan di bibir pantai kebanyakan adalah sampai organik. Sedang sampah non-organik sepertinya adalah sampai yang dibawa oleh arus ombak laut yang kemudian terdampar di bibir pantai yang kemungkinan besar berasal dari sampah penduduk.

Minimnya pengunjung dan juga tersedianya tempat sampah di beberapa titik yang tersebar di pantai Slopeng dapat menjadi faktor yang mempengaruhi adanya sampah. Namun hal ini bukan hal yang serta merta menjadikan kita tutup mata.

Sofiyatun, pembina dari Komunitas Cinta lingkungan (KCL) PPA Lubangsa Utara Putri menuturkan bahwa kegiatan cinta lingkungan adalah kegiatan yang harus dilakukan bersama-sama dan akan selalu membutuhkan kerja sama.

“Kegiatan ini hanyalah sebuah langkah kecil yang tentunya butuh bantuan dan kerjasama dari semua pihak. Baik masyarakat sekitar, pengelola ataupun pemerintah sebagai pemegang kebijakan,” harapnya.

Kegiatan mulung bersama ini juga direncanakan dapat dilaksanakan di beberapa pantai lainnya. Selain sebagai media edukasi kepada masyarakat di luar pesantren, khususnya di sekitar pantai, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan penambah wawasan para santri tentang menjaga lingkungan di luar pesantren.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *