Kedatangan Menkopolhukam ke Annuqayah

Partomo & Fery, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Ahad, 4 Oktober 2020, Pondok Pesantren Annuqayah kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Prof Dr Mohammad Mahfud MD. Beliau menjadi pemateri dalam kegiatan Sarasehan Ulama dan Tokoh se-Madura yang dilaksanakan di Aula As-Syarqawi.

Sarasehan yang diikuti oleh ulama dan pengasuh pesantren se-Madura ini mengambil tema “Radikalisasi Sekuler dan Agama Tantangan bagi Indonesia Maju”.

Prof Dr KH Abd A’la, selaku perwakilan masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah dalam sambutannya mengaku senang dan berterima kasih atas kehadiran Menkopolhukam RI.

“Selamat datang. Terima kasih bapak menko atas kehadirannya,” ucap beliau.

Dalam kesempatan itu, Kiai A’la juga mengharap transparasi penanganan Covid-19 kepada pemerintah. Menurut beliau, transparansi tersebut bisa memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat. Karena saat ini, pandemi sering dijadikan permainan oleh oknum pemerintah. Sehingga membuat sebagian masyarakat tidak mempercayai adanya Covid-19.

“Orang Madura, di Madura mudah-mudahan bisa memberikan suatu pencerahan. Saya berharap, saya tahu kapasitas bapak menko, transparansi. Jadi mohon kalau memang betul-betul ada pelaporan mau di-Covidkan tolong laporkan, “ harap beliau.

Suasana dan sarasehan ulama se-madura bersama Prof Dr Mohammad Mahfud MD.

Pandemi ini, lanjut beliau, juga bisa masuk ke daerah ekstremisme. Karena sebagian masyarakat menganggap bahwa yang percaya kepda Covid-19 ini dikatakan keislamannya kurang benar.

“Misalnya siapa yang percaya pandemi mungkin Islamnya kurang benar,” cerita beliau.

Bapak Mahfud MD juga mengakui ketidakpercayaan masyarakat terhadap adanya Covid-19. Menurutnya, 44 juta masyarakat Indonesia tidak mempercayai adanya virus yang menyerang terhadap paru-paru ini.

“17 % rakyat Indonesia dari 267 (jiwa, Red), jadi kira-kira 44 juta, tidak mempercayai Covid,” ucap beliau saat menyampaikan materi.

Beliau juga mengajak para kiai di Madura untuk terus mengampanyekan bahaya virus Covid-19. Sebab menurut beliau, kiai berperan penting untuk menyampaikan bahaya Covid-19 kepada santri dan masyarakat di lingkungan sekitar.

“Saya bahagia hadir di Annuqayah ini karena kiai mempunyai peran penting untuk menyampaikan akan bahaya Covid-19 kepada santri dan masyarakat di lingkungan pesantren,” ucap beliau.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *