KKN Posko 49 Adakan Kegiatan Pemilahan dan Daur Ulang Sampah

Maulidatin Ita Uzzakah, PPA Karang Jati

Annuqayah.ID – Perserta KKN Integratif 2021 Posko 49 Instika melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang salah satu fokus kegiatannya yaitu pemilahan serta daur ulang sampah di Pondok Pesantren Annuqayah Karang Jati pada Rabu (08/09/2021). Pemilahan sampah yang dipilah setiap kamar dari blok A sampai blok I. Sekitar jam 16.00 WIB, piket atau kebersihan kamar menyetor sampah kepada pengurus KPL yang sedang piket menjaga. Pengurus Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) yang berada di naungan PPA Karang Jati terdiri dari 10 orang dengan jumlah anggota 45. KPL terdiri dari tiga tim yaitu tim kreatif, tim plastik, dan tim penghijauan.

Sampah yang dipilah setiap harinya yaitu sampah plastik dan sampah botol ataupun gelas. Sampah pilahan yang dikumpulkan setiap kamar diletakkan ditempat yang sudah disediakan yaitu di belakang PPA Karang Jati, sudah banyak tumpukan sampah hasil pilahan yang dipetak antara tempat sampah plastik dan sampah botol ataupun gelas.

Pengurus Kebersihan PPA Karang Jati dan pengurus KPL bergantian piket memanggil santri untuk menyetor sampah ke depan Aula Mini PPA Karang Jati. Sementara itu, pengurus Kebersihan PPA Karang Jati merespon baik kegiatan KKN Integratif Posko 49 ini.

“Dengan diadakannya kegiatan KKN Integratif yang fokus terhadap penanganan sampah, ini sangat membantu kegiatan pemilahan yang telah terlaksana tetapi tidak kami kelola dan juga  diterapkannya kembali peraturan ketika beli-beli harus menggunakan wadah,” ujar koordinator Kebersihan PPA Karang Jati.

Peserta KKN Posko 49 mengumpulkan pengurus dan anggota KPL dengan agenda persiapan untuk menjalankan program lanjutan. Tiga tim KPL dibagi dua, ada yang fokus pada pembuatan Ecobrick dan fokus pada pembuatan papan informasi. Ecobrick merupakan pemanfaatan sampah plastik ramah lingkungan yang dijadikan sebagai barang berguna, bisa dijadikan kursi atau meja. Pembuatan Ecobrick sudah setengah jadi, untuk pembuatan papan informasi masih belum terlaksana karena kekurangan bahan.

“Lebih nyaman Ecobrick nya dibuat kursi, nanti kalau sudah jadi bisa kita gunakan alas duduk ketika ada acara di depan aula,” ujar salah satu anggota KPL.

Sampah yang harus disediakan untuk pembuatan Ecobrick yaitu sampah botol, sampah plastik, gunting, dan kayu serta tongkat untuk memadatkan sampah plastik yang dimasukkan ke dalam botol. Pengurus Kebersihan PPA Karang jati juga memberikan penjelasan terkait cara pembuatan Ecobrick ini.

“Cara pembuatan Ecobrick yaitu sampah botol dalam keadaan kering dan sampah plastik pun juga untuk menghindari bakteri yang tumbuh di dalam botol Ecobrick. Kemudian anggota KPL dibagi tiga, ada yang bertugas menggunting, memasukkan sampah dalam botol, dan ada yang menekan kayu ke dalam botol yang sudah diisi guntingan sampah plastik agar padat seperti beton. Sampah plastik digunting kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam botol, putar, dan tekan kayu ke dalam botol, pastikan isi botol padat dan merata,” tuturnya.

Banyak santri yang tertarik dengan pembuatan Ecobrick ini, ada sebagian santri ingin membuat Ecobrick meskipun mereka bukan anggota KPL. Peserta KKN Posko 49 mendorong keinginan santri yang ingin membuat Ecobrick dan diajak bergabung dengan KPL.

Dikesempatan yang sama, Nafhatul Ummah mengaku senang dan gembira dengan terlaksananya kegiatan KKN Posko 49 di PPA Karang Jati. Pasalnya, kegiatan yang sudah dicanangkan oleh peserta KKN Posko 49 telah membantu meringankan beban pengurus pesantren dalam hal penanggulangan sampah plastik.

“Dari awal pembukaan KKN Posko 49, saya sangat setuju dengan kegiatan yang disampaikan peserta KKN Posko 49. Banyak harapan dengan terlaksananya kegiatan tersebut. Sejak itu saya memantau kegiatan santri setiap harinya, apakah santri mematuhi aturan yang telah diumumkan atau tidak. Ternyata sudah hampir seminggu ini peraturan diterapkan, saya bersyukur karena mayoritas santri sudah memakai wadah meskipun masih ada beberapa santri ketika beli-beli menggunakan plastik, ketika ditanya kenapa tidak memakai wadah, mereka menjawab lupa. Tetapi saya yakin nanti mereka akan menggunakan wadah karena tidak enak hati dengan santri yang sudah memakai wadah. Alhamdulillah, hampir seminggu ini sampah sudah berkurang dan tumpukan sampah yang dipilah sudah dikelola, yaitu dibuat Ecobrick dan Insyaallah oleh peserta KKN Posko 49 akan dilanjut dengan pembuatan papan informasi dari daur ulang sampah,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *