Madrasah Diniah Lubangsa Putri Ubah Sistem Ujian dan Ranking Kelas

Nur Fadiah Anisah, Lubangsa Putri

Usai melaksanakan ujian semester gasal, Pengurus Madrasah Diniah Baramij al-Tarbiyah wa al-Ta’lim (MD BAW) Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri melaksanakan rapat evaluasi guru selama satu semester pada Sabtu, 30 November 2019, di gedung MD BAW. Dalam rapat tersebut diusulkan perubahan sistem ujian dan ranking kelas, berdasarkan evaluasi dan pengamatan yang dilakukan oleh pengasuh bersama pengurus diniah.

Sistem ujian yang awalnya dilaksanakan dalam waktu bersamaan, kini diserahkan kepada guru materi dengan batas waktu pelaksanaan yang ditentukan oleh pengurus diniah.

“Bedanya, kalau dulu pelaksananya pengurus diniah dan dilakukan serentak pada jam tertentu, dan di ruangan tertentu, sekarang pelaksananya diserahkan kepada masing-masing guru materi dengan diberikan keleluasaan waktu kapan akan dilaksanakan ujiannya. Tapi nanti dari pihak diniah akan memberikan batasan waktu, misal pelaksanaan ujiannya dari 1-10 November. Guru kemudian bebas memilih dalam kurun waktu itu, sedangkan tempat pelaksanaannya di kelas masing-masing. Hal ini akan menghemat tenaga, biaya, dan waktu,” ungkap Wakil Kepala bagian Kurikulum Nurus Ziyadah.

Sementara itu, ranking kelas akan diganti dengan ranking paralel. Dalam setiap angkatan di setiap mustawa, akan dipilih ranking berdasarkan nilai tertinggi, bukan berdasarkan kelas.

“Ada standar nilai yang berlaku untuk ranking satu, dua, dan tiga. Kami masih belum bisa memastikan berapa angkanya. Intinya nanti untuk ranking satu, misalnya, tolok ukurnya 9.5, ranking dua 9.4, dan ranking tiga 9.3. Itu hanya contoh, ya. Jadi, ranking satu nanti bisa banyak orang. Bisa satu sampai lima atau lebih yang masuk kualifikasi nilai standar. Begitupun dengan ranking dua dan tiga,” papar Wakil Kepala bagian Kesiswaan Rahmaniyah.

Fitriyatut Tamami, Kepala MD BAW yang memimpin jalannya rapat, juga mengungkapkan rencana pemberian hadiah kepada siswi-siswi dengan nilai tertinggi dalam materi inti, meliputi Nahwu, Sharraf, dan Imla’.

Setelah melalui pertimbangan-pertimbangan yang diajukan oleh para guru, usulan tersebut kemudian disepakati. Sistem baru ini akan diterapkan sejak semester genap mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *