Minggu Pertama Kiriman, Setelah Kunjungan ke Annuqayah Dibatasi (2)

Moh. Ridwan dan Partomo, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Setelah dikeluarkannya keputusan Dewan Masyaikh Pondok pesantren Annuqayah untuk membatasi kunjungan ke lingkungan Annuqayah, masih banyak wali santri dan pengunjung yang ingin berkunjung (20/3). Hal ini dikarenakan minimnya informasi yang diperoleh wali santri bahwa kunjungan ke pesantren sudah dibatasi.

Berdasarkan laporan Bapak Moh. Ali Faruq, selaku penanggung jawab Keamanan dan Ketertiban Pondok Pesantren Annuqayah, banyak wali santri yang nekat mengunjungi putra-putrinya. Bahkan ada yang beralasan ingin bertakziah, padahal setelah diteliti bertujuan untuk mengunjungi santri.

Beliau juga menambahkan bahwa kurangnya kesadaran wali santri akan dampak kunjungan terhadap keefektifan pencegahan persebaran virus Korona masih minim.

“Padahal substansi keputusan masyaikh adalah dalam rangka untuk membatasi kontak langsung antara santri dan pengunjung,” ucap beliau saat ditemui di pos jaga sebelah utara Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Utara.

Beliau menambahkan sejauh ini penanganan masih terkendala banyaknya pintu akses masuk ke masing-masing pesantren daerah. Pengunjung hanya diperbolehkan menitipkan barang kiriman kepada petugas di masing-masing pos jaga. Lalu petugas akan mengantarkan barang kiriman sesuai dengan alamat yang diberikan oleh wali santri setelah sebelumnya dilakukan pencatatan oleh masing-masing petugas pos jaga. Kendati demikian, masih banyak wali santri yang melobi agar diberikan izin menemui putra-putrinya.

Petugas mencatat alamat barang kiriman wali santri

Hal ini senada dengan yang diucapkan ustaz Fathorrozi selaku penanggung jawab pos jaga sebelah timur Sekretariat Annuqayah. Menurutnya, masih banyak wali santri dan pengunjung yang minta izin untuk diperkenankan bertemu dengan putra-putrinya.

“Namun saya melarang dan tidak membolehkan,” ucapnya.

Ustaz Syamsi’un selaku penanggung jawab pos jaga bagian selatan untuk daerah Latee 2, Lubangsa Tengah dan Al-Idrisy, mengatakan bahwa banyak wali santri yang melewati jalan tikus untuk mengunjungi santri.

“Hal ini dapat dengan mudah kami atasi. Mereka kami cegat dan langsung dikeluarkan,” ucapnya kepada Annuqayah.ID

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *