Pembukaan KKN Integratif Posko 45, Ketua Pengurus: Semoga Bisa Semangat 45

Naimatus Sarirotul Izzah, PPA Lubangsa Selatan Putri

Annuqayah.ID – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif 2021 Posko 45 Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan Putri melaksanakan acara pembukaan aktivitas yang dilaksanakan pada Kamis (02/09/2021) bertempat di musala Lubangsa Selatan Putri. Acara ini merupakan awal dari seluruh kegiatan KKN Posko 45. Tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, KKN kali ini juga sama-sama berlokasi di pondok pesantren Annuqayah, sesuai daerah masing-masing. Acara ini melibatkan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), ketua pengurus, kepala Madrasah Diniyah, dan seluruh santri pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan Putri.

Ziana Zain selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan Putri dalam sambutannya berharap agar seluruh program yang telah dicanangkan berjalan dengan sesuai harapan.

“Sekalipun bertempat di pondok pesantren, semoga anggota KKN Integratif posko 45 ini bisa tetap semangat untuk menjalankan seluruh program, sebagaimana angka pada poskonya yaitu 45 yang semoga sama-sama memiliki semangat juang 45,” ujarnya setelah memberikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta KKN.

Dikesempatan yang sama, Qurratul Aini selaku Ketua KKN Integratif 2021 Posko 45 juga berharap agar seluruh santri dapat berpartisipasi aktif dalam semua program.

“Program yang kami susun dan telah direkomendasi oleh Bapak DPL merupakan program yang memang sudah ada di Lubangsa Selatan Putri, namun kami kembangkan sedemikian rupa. Kami fokuskan kepada permasalahan ubudiyah, akhlak, dan kebersihan lalu kemudian kami intensifkan program-program tersebut. Kami berharap kepada teman-teman KKN Posko 45 ini tetap semangat, karena semua program membutuhkan keistikamahan dan kesabaran. Di samping itu, kami juga berharap kepada seluruh santri agar berpartisipasi aktif dalam semua program yang akan dijalankan selama satu bulan ini,” jelas mahasiswa Prodi PAI Instika Guluk-Guluk itu.

Qurratul Aini selaku Ketua KKN Integratif 2021 Posko 45 saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan (02/09).

Rasa bangga dan bahagia atas terselenggaranya acara pembukaan aktivitas KKN Integratif Posko 45 dirasakan secara mendalam oleh Bapak Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr. H. Ach. Maimun, M. Ag. Beliau mengapresiasi terhadap program yang akan direalisasiakan ini.

“Saya bangga dan sangat bersyukur karena program-program KKN Integratif Posko 45 ini semuanya bagus. Program yang dicanangkan oleh KKN Integratif ini bukan hanya untuk kepentingan akademik, akan tetapi juga untuk kepentingan akhirat. Hal ini terjadi karena melihat dari semua programnya yang bagus-bagus dan bermanfaat, seperti mengajarkan tata cara salat, membimbing ngaji, dan lain sebagainya. Hal itu merupakan program akhirat, jadi semoga menjadi amal jariyah. Peserta KKN Integratif juga memiliki program cinta lingkungan yang hal itu merupakan akhlak manusia kepada lingkungan dan alam sekitar. Itu kategori dari program duniawi,” dawuh beliau memberi apresiasi ketika sambutan.

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa tersebut tidak henti-hentinya memberikan motivasi kepada peserta KKN dan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus dan santri yang telah berkenan menyambut serta siap untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan KKN kali ini. Beliau juga memberikan apresiasi yang luar biasa kepada peserta KKN yang melakukan penelitian riset di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan Putri.

“Ketika membaca judul penelitian riset Peserta KKN Integratif Posko 45 ini, saya penasaran dan sudah tidak sabar untuk segera membacanya, jadi semoga bisa cepat selesai,” ungkap Direktur Pascasarjana Instika Guluk-Guluk itu.

Lusiyana, salah satu mahasiswi prodi Tasawuf dan Psikoterapi (TP) Instika Guluk-Guluk sekaligus peserta KKN Integratif Posko 45 menyampaikan dengan penuh suka hati atas berlangsungnya KKN tahun ini di Pesantren.

“Jujur, saya senang bisa KKN di pesantren, karena seluruh peserta KKN sudah saling mengenal satu sama lain dan sudah tahu terhadap karakter masing-masing orang. Jadi, tidak perlu memulai lagi dari awal untuk berkenalan satu sama lain dan teman-teman juga memiliki kesadaran yang tinggi atas tanggung jawabnya. Berangkat dari hal itu, seluruh program bisa terealisasi dengan baik,” ucap perempuan kelahiran Dungkek tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *