Penampilan Khitabah PPA Karang Jati, Pengurus: Mengasah Bakat Santri

Hayatin Nuraein, PPA Karang Jati

Annuqayah.ID – Pengurus Divisi Pendidikan Pondok Pesantren Annuqayah Karang Jati melaksanakan kegiatan rutin berupa Penampilan Khitabah pada Senin malam (06/09/2021) yang bertempat di PPA Karang Jati. Kegiatan yang terlaksana setiap setengah bulanan ini diikuti oleh santri dengan membentuk beberapa kelompok.

Pengurus Divisi Pendidikan membagi banyaknya santri menjadi 9 kelompok. Setiap kelompok wajib mengikuti kegiatan Khitabah. Penampilan Khitabah di dalamnya meliputi, Master of Ceremony (MC), Puisi 4 Bahasa (Bahasa Madura, Arab, Inggris dan Indonesia), Pidato 4 Bahasa (Bahasa Madura, Arab, Inggris dan Indonesia), Nasyid Islami, Qiraat al-Qishshah, dan Story Telling.

Ada 3 kelompok yang tampil pada malam itu. Setiap kelompok akan menentukan judul Khitabah sesuai kesepakatan ketua kelompok dan anggotanya. Kelompok pertama tampil dengan judul “Mahabbah Cinta”, kelompok kedua “The Weddingdan kelompok ketiga berjudul “Ancaman wanita.”

Penampilan Master of Ceremony (MC) oleh santri PPA Karang Jati (06/09).

Dalam penampilan Khitabah dengan judul “Ancaman Wanita” ini dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita.

“Mayoritas penghuni neraka adalah wanita. Alasannya mengambil contoh pengamatan wanita dari segi tingkah laku dan cara berpakaian. Lantas bagaimana tidak akan masuk neraka, agama Islam menuntut kaum wanita untuk tidak keluar sendiri kecuali mendapat izin dari mahrom, meskipun dalam kondisi yang mendesak. Sekarang malah banyak wanita yang seenaknya bepergian tanpa pamit kepada mahrom dan tanpa dasar yang diperbolehkan oleh agama. Juga, cara berpakaian sebagian wanita sekarang sudah tidak patut dengan apa yang telah diatur dalam agama Islam. Dari penampilan Khitabah ini, semoga kita para wanita sadar dan mengubah kebiasaan buruk yang mungkin pernah dilakukan dan memakai pakaian yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” tutur santri dari kelompok tiga itu.

Asmaul Husna, pengurus Divisi Pendidikan mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai wadah untuk mengasah dan mengembangkan bakat santri.

“Tujuan diadakannya kegiatan khitabah ini untuk mengasah bakat santri, mengembangkan santri, dan membuat santri bisa mengatur sebuah acara serta bertanggung jawab dengan kewajiban yang mereka emban,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Nuzula berharap agar kegiatan ini dimanfaatkan dengan baik sebagai bekal untuk mempersiapkan diri ketika sudah berhenti dari pesantren.

“Kami berharap kepada seluruh santri agar ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kegiatan ini memang diadakan sebagai bekal bagi santri agar bisa mengembangkan bakat dan potensi dirinya, terutama ketika mereka sudah berhenti dari pesantren,” harap pengurus Divisi Pendidikan itu.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *