Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Gelar Musyawarah Antisipasi Virus Korona

Partomo dan Moh. Ridwan, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Penyebaran wabah virus Korona (Covid-19) mendapat atensi khusus dari Pengurus PP Annuqayah. Sebagai upaya mensterilkan lingkungan PP Annuqayah, Pengurus PP Annuqayah menggelar musyawarah perumusan regulasi pencegahan, pendeteksian dan penanganan terhadap virus yang berasal dari China ini pada Senin (16/3).

Musyawarah yang dilaksanakan di Sekretariat PP Annuqayah ini dihadiri oleh ketua Yayasan PP Annuqayah, K. Moh. Ainul Yaqin, Ketua Pengurus PP Annuqayah, KH. Moh. Naqib Hasan, Pengurus Biro dan Pengurus Kantor Sekretariat PP Annuqayah (PKSA).

KH. Moh. Naqib Hasan sebagai pimpinan musyawarah memulai dengan menyampaikan kemungkinan pencegahan terhadap penyebaran virus ini. Yaitu membatasi keluar masuknya orang dan barang di lingkungan PP Annuqayah. Perinciannya, yang termasuk dalam kategori orang meliputi wali santri, tamu dan pedagang. Sedangkan yang masuk kategori barang adalah jenis makanan dan jasa cuci pakaian (laundry, Red).

Kategori jenis makanan yang akan dibatasi adalah makanan yang dijual oleh pedagang asongan, makanan kiriman wali santri dan makanan yang akan diberikan kepada pengasuh.

Selain dengan membatasi keluar masuknya wali santri, tamu dan pedagang, santri aktif juga akan dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan di luar lingkungan Annuqayah.

KH. Ubaidillah Tsabit menyampaikan bahwa regulasi pencegahan ini harus sesuai dengan instruksi pemerintah.

“Menyikapi wabah virus yang sudah mendunia ini, maka kita harus serius menanganinya. Pencegahan ini harus sesuai dengan intruksi yang telah diberikan pemerintah. Sebab semuanya telah mengakui terhadap dampak virus ini,” ucap beliau saat musyawarah.

Beliau juga mengusulkan adanya alat pengukur suhu badan untuk mendeteksi wali yang akan berkunjung ke lingkungan PP Annuqayah. Selain menyediakan alat pengukur suhu badan, beliau juga menghimbau untuk membatasi kontak langsung dengan orang-orang yang datang ke lingkungan pondok.

Bapak Fahmi, peserta musyawarah sekaligus Ketua Pelaksana Biro Informasi dan Dokumentasi mengatakan bahwa hasil musyawarah akan bisa dilihat besok.

“Untuk hasil regulasinya menunggu besok,” ucapnya.

Memang sampai saat berita ini ditulis, musyawarah belum selesai dan masih berlangsung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *