Penutupan HIMA 2021 Diparipurnai dengan Ceramah Agama dan Doa Bersama

Lukmanul Hakim, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Panitia Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA) 2021 menggelar malam penutupan kegiatan HIMA 2021 yang dikemas dengan ceramah keagamaan bersama KH Ilyasi Siradj pada Rabu (07/07/2021) yang dipusatkan di halaman Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah.

Turut hadir dalam acara ini yaitu dewan masyaikh Annuqayah, dewan guru satuan pendidikan Annuqayah, dan seluruh santri putra maupun putri Annuqayah. Acara ini dibuka dengan pembacaan doa dan tawasul bersama sebagai ikhtiar bathin menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19 yang dipimpin langsung oleh KH Bushiri Ali Mufi. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Khairur Rofiqi serta shalawat qiyam yang dipandu oleh Ust Hilman Ma’mun.

KH Moh Naqib Hasan selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah menuturkan dalam sambutannya bahwa kegiatan HIMA 2021 ini diselenggarakan dalam waktu yang kurang tepat. Mengingat saat ini pandemi Covid-19 muncul lagi ke permukaan.

“Permohonan maaf dari kami kepada dewan masyaikh Annuqayah dan masyarakat sekitar apabila ada hal-hal dalam kegiatan HIMA 2021 yang sekiranya mengganggu terhadap kekondusifan suasana. Dimanapun kalau yang namanya haflatul imtihan pasti akan menimbulkan keramaian dan kerumunan. Tapi dari itu, kami berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak memunculkan kesalah pahaman,” terangnya.

Beliau juga mengatakan kegiatan malam penutupan HIMA 2021 ini disederhanakan. Pasalnya, situasi kali ini masih berada dalam zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk memperketat aktivitas masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Acara malam penutupan HIMA 2021 ini disederhanakan dengan kegiatan doa, tawasul, dan shalawat bersama. Di samping itu pula nanti ada ceramah agama oleh KH Ilyasi Siradj. Juga biasanya pada malam penutupan HIMA tahun-tahun sebelumnya mengundang masyarakat sekitar, tapi tahun ini tidak mengundang mereka karena situasi saat ini belum memungkinkan,” tegasnya.

KH Moh Naqib Hasan, Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah ketika memberikan sambutan pada malam penutupan HIMA 2021 (07/07).

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Utara ini juga menerangkan awal mulanya kegiatan HIMA yang dilaksanakan di Annuqayah.

“HIMA dilaksanakan pertama kalinya di Annuqayah setelah berdirinya Madrasah Annuqayah tahun 1933 yang diprakarsai oleh KH Moh Khazin Ilyas. Nah, Alhamdulillah sampai sekarang HIMA tetap dilestarikan oleh penerus beliau. Kegiatan HIMA juga merupakan warisan dari para pendahulu Annuqayah yang harus dilestarikan sampai kapanpun,” jelasnya.

Beliau juga berharap kepada santri Annuqayah agar kegiatan HIMA 2021 ini menjadi kebaikan bagi semuanya.

“Harapan dari kami kepada seluruh santri putra dan putri semoga apa sudah diraih baik dibidang perlombaan maupun prestasi disatuan pendidikan menjadi bermanfaat dan menuai barakah. Jadikan prestasi yang diraih sebagai pecut semangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Dengan prestasi yang diraih, juga agar semakin memperbaiki akhlaknya, mengingat akhlak menjadi kunci kesuksesan seseorang yang utama ketika sudah pulang ke masyarakat,” harapnya.

Ucapan terima kasih dari beliau dihaturkan kepada dewan masyaikh Annuqayah, seluruh dewan guru di satuan pendidikan Annuqayah, serta seluruh panitia HIMA 2021 yang telah memberikan sumbangsih pemikiran, moral, dan tenaga demi terlaksananya HIMA pada tahun ini.

Ada yang menarik di acara malam penutupan HIMA 2021 ini. Pasalnya, di sela-sela acara ada penampilan pembacaan puisi dengan judul Annuqayah yang dibaca langsung oleh Abd Lathif Anwar, alumni Pondok Pesantren Annuqayah yang berdomisili di daerah Jember.

Sementara itu, KH Ilyasi Siradj selaku penceramah mengawali ceramahnya dengan mengulas pentingnya santri menghormati dan taat kepada guru dan orang tuanya.

“Santri harus selalu menghormati dan taat terhadap apa-apa yang telah diperintahkan oleh guru dan orang tuanya. Menghormati dan taat kepada guru memiliki banyak keutamaan. Diantaranya yaitu ilmu yang diperoleh akan menjadi manfaat serta berkah dalam kehidupannya, lebih mudah menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru, ilmu yang diperoleh dari guru akan menjadi bermanfaat bagi orang lain, selalu didoakan oleh guru, membawa berkah, memudahkan segala urusan, dan dianugerahi nikmat yang lebih dari Allah SWT. Sedangkan menghormati dan taat kepada orang tua juga memiliki banyak keutamaan. Diantaranya yaitu Allah SWT akan membuka pintu surga bagi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, bagian dari amal ibadah yang diridhai Allah SWT, dapat melebur dosa-dosa besar, dipanjangkan umur, dan dimudahkan rezekinya,” jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Campaka Bluto itu juga memberikan penjelasan tentang karakteristik para masyaikh Annuqayah yang memang dimiliki sejak dahulu kala.

“Para masyaikh Annuqayah dari dulu memang  terkenal dengan bagus baca al-Qur’an nya, menjaga waktu, memperhatikan najis. Nah, hal tersebut harus ditiru oleh para santrinya,” tegasnya.

Beliau juga berharap agar santri Annuqayah selalu bertawasul kepada pendiri dan para pendahulu Annuqayah agar hatinya tetap terhubung dengan kiainya.

“Santri seharusnya selalu bertawasul kepada para kiai di Annuqayah. Hal ini terjadi karena dapat memperat ikatan bathin antara santri dengan kiainya. Dari itu, barakah akan mengalir kepadanya,” pungkasnya.

Acara terakhir yaitu pemberian cenderamata oleh KH Moh Naqib Hasan, Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah kepada penceramah KH Ilyasi Siradj.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *