Perayaan Iduladha Pertama di Pondok Pesantren Annuqayah

Partomo, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep untuk kali pertama tidak meliburkan santri pada momen Iduladha. Sejak hari Kamis (30/7) pagi beberapa santri sudah membersihkan halaman Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) yang akan dijadikan tempat salat Iduladha untuk santri putri. Sementara untuk santri putra dilaksanakan di Masjid Jamik Annuqayah.

Sekitar pukul 06.45 pagi, Jumat(31/7), seluruh santri, wali santri dan masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah melaksanakan salat Iduladha secara berjamaah. Pelaksanaan salat untuk santri putra dilaksanakan di Masjid Jamik Anuqayah yang imam dan khatib khotbahnya dipimpin oleh KH Bushiri Ali Mufi, sedangkan untuk santri putri bertempat di halaman Institut INSTIKA yang imam dan khatibnya adalah KH Syafi’ie Anshari.

Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah, KH Moh Naqib Hasan mengatakan, kendati santri melaksakan Iduladha di pondok, hal tersebut tidak mengnganggu terhadap berjalannya silaturahim antarkeluarga Pondok Pesantren Annuqayah.

“Walaupun demikian silaturrahim antarkeluarga Pondok Pesantren Annuqayah berjalan dengan baik,” ucap beliau.

Belau juga menambahkan, pelaksanaan Iduladha ini merupakan pertama kali dilaksanakan bersama seluruh santri. Tentu saja tidak lepas dari kekurangan, dan akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan Iduladha mendatang.

“Memang kita yakini terdapat kekurangan, mungkin dari pelayanan untuk santri dan antisipasi kunjungan wali. Ini mudah-mudahan bisa kita perbaiki,” tambah beliau.

Untuk tahun-tahun berikutnya, lanjut beliau, mungkin akan dibuka sumbangan atau donasi untuk penyembelihan hewan kurban.

“Mungkin ada kurban yang berasal dari donasi-donasi dari para alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Annuqayah,” lanjut beliau.

Sementara itu, santri yang melaksanakan Iduladha perdana di pondok mengatakan sangat terkesan dengan Iduladha kali ini. Sebab, ia bisa berkumpul dengan masyaikh, pengurus dan santri.

“Iduladha kali ini sungguh menarik karena merupakan pertama kali dalam sejarah Annuqayah,” ucap Khairus Salam, santri PPA Lubangsa Utara.

Karena ketika di rumah, lanjut Khairus Salam, untuk bertemu dengan kawan (daerah yang jauh, red) itu sangat sulit. Butuh waktu sekitar satu sampai dua hari untuk bisa bertemu. Berbeda dengan ketika melaksanakan Iduladha di pondok yang bisa langsung bertemu.

Senada dengan yang dirasakan Khairus Salam, Nur Aisyah Febriyanti santri PPA Al-Furqan putri asal Kalimantan Timur mengaku sangat antusias dengan perayaan salat Iduladha di pondok. Menurutnya melaksanakan Iduladha di pondok adalah sesuatu yang mengharukan.

“Ini merupakan Iduladha pertama di pondok, mengharukan tentu. Saya sangat antusias dengan pelaksanaan salat Iduladha di pondok,” ujarnya.

Meski melaksanakan Iduladha di pondok menjadi pengalaman pertama yang mengesankan, rasa rindu tidak bisa dipungkiri untuk bersua dengan keluarga, sehingga pengurus Pondok Pesantren Annuqayah menyediakan alokasi waktu bagi wali santri untuk mengunjungi putra putrinya, yaitu dari hari pelaksanaan Iduladha sampai hari Senin, 3 Agustus 2020.

Mengingat kegiatan belajar mengajar pada masing-masing satuan pendidikan di lingkungan Annuqayah sudah aktif pada keesokan hari setelah pelaksanaan Iduladha, maka kunjungan pada hari Sabtu (11 Zulhijah) sampai hari Senin (13 Zulhijah) dimulai pada pukul 13.00-17.00 WIB.

Wali santri yang akan berkunjung tetap diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan kunjungan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *