PHBI 10 Muharram Sekaligus Pembukaan Kegiatan Pembelajaran Kitab Kuning Metode Al-Fatih PPA Kusuma Bangsa Masa Bakti 2021-2022

Maulidatin Ita Uzzakah, PPA Kusuma Bangsa Putri

Annuqayah.ID – Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa Masa Bakti 2021-2022 kembali mengadakan acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) 10 Muharram Sekaligus Pembukaan Kegiatan Pembelajaran Kitab Kuning  Metode  Al-Fatih pada Jumat malam (19/08/2021) yang bertempat di halaman Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa.

Acara tersebut merupakan salah satu program tahunan pengurus yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram serta melibatkan seluruh santri putra dan putri. Di samping acara 10 Muharram, pada waktu itu juga ada acara Pembukaan Kegiatan Pembelajaran Kitab Kuning  Metode  Al-Fatih. Kegiatan itu merupakan program baru yang akan menjadi kegiatan rutinitas santri di Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa Putri.

Acara dikemas dengan ceramah agama yang diisi oleh KH Sufyan Abi Syuja’. Beliau mengawali ceramahnya dengan menceritakan beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Muharram.

“Ada beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Muharram sehingga bulan Muharram dianggap mulia dari pada bulan-bulan yang lain. Pertama, Nabi Adam diciptakan di surga pada bulan Muharram. Kedua, Nabi Ibrahim diterima taubatnya pada bulan Muharram. Ketiga, Nabi Musa selamat dari kejaran Fir’aun terjadi pada bulan Muharram.” ujarnya.

Penyampaian mauizah hasanah oleh KH Sufyan Abi Syuja’ kepada seluruh santri PPA Kusuma Bangsa (19/08).

Beliau juga menuturkan akibat yang akan diterima oleh santri ketika dia tidak taat kepada guru atau kiainya.

“Ada beberapa dampak apabila seorang santri berani menyakiti hati seorang guru atau kiainya, diantaranya lupa terhadap apa yang sudah diperoleh atau dihafalkan, pembicaraan diabaikan oleh banyak orang, dan dikhawatirkan mati dalam keadaan fakir (Su’ul Khatimah),” tegasnya.

Sementara itu, KH Ach Maimun selaku salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa mengatakan dalam sambutannya bahwa selayaknya kita harus melestarikan kegiatan 10 Muharram ini.

“Sangat perlu kiranya kita bisa merayakan atau menyambut tahun baru Islam ini. Agar supaya kita bisa bermuhasabah dan memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih  baik ke depannya. Intinya, kegiatan ini harus tetap lestari,” tuturnya.

Siti Maltufah selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa Putri mengucapkan rasa syukur karena acara ini terlaksana dengan baik.

“Patut kiranya kita harus bersyukur, bersyukur, dan bersyukur karena kita masih dipertemukan dengan bulan Muharram dan dapat memperingatinya pada kesempatan malam ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *