Pondok Pesantren Annuqayah Latee Peringati Hari Lahir NU

Partomo, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee merayakan hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama yang ke-97 pada hari Selasa (10/3) malam. Acara ini dihelat di musalla Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee. Perayaan harlah ini dihadiri oleh Dewan Masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee, Guru Madrasah Diniyah, Alumni, Masyarakat sekitar, semua santri Latee dan kader NU di kecamatan Guluk-Guluk.

Serangkaian acara peringatan harlah ini dimulai dengan pembacaan tahlil dipimpin oleh KH. Syafi’ie Anshari, sambutan pengasuh oleh K. Hazmi, pembacaan istighatsah oleh KH. Nailur Ridha dan dipungkas dengan pembacaan doa oleh Mustasyar MWC NU kecamatan Guluk-Guluk, K. Asy’ari.

K. Hazmi, selaku dewan masyaikh Pondok Pesanten Annuqayah daerah Latee mengatakan bahwa peringatan harlah NU ini merupakan kegiatan rutin tahunan dan sudah dua kali dilaksanakan.

“Alhamdulillah sudah berjalan dua tahun,” ucapnya di sela-sela sambutannya.

Beliau menambahkan mengapa hari lahir NU harus diperingati, menurutnya ada tiga poin. Pertama, sejak proses kemerdekaan Indonesia, masyararakat NU berperan besar di dalamnya. Kedua, pada pertempuran Surabaya, NU juga ambil bagian sehingga lahir yang namanya Hubbul Wathan Minal Iman. Ketiga, masyarakat NU dalam menghadapi PKI (G30 S/PKI, Red).

“Dari semua itu menunjukkan bahwa NU bisa menang melawan siapapun,” ucap beliau yang langsung disambut tepuk tangan para santri.

Santri Anuuqayah Latee khidmat dalam mengikuti perayaan hari lahir NU.

Ketua Dewan Pengasuh  Pondok Pesantren Annuqayah, Prof. KH. Abd. A’la tidak bisa hadir dalam peringatan harlah NU yang ke-97 ini disebabkan ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Saya mewakili Ketua Dewan Masyaikh yang tidak bisa hadir saat ini. Sebenarnya beliau sangat ingin hadir di tengah-tengah kita”, tuturnya.

Selanjutnya K. Hazmi meminta kepada para undangan untuk mendukung dan mendoakan pasangan pengurus baru MWC NU kecamatan Guluk-Guluk, yaitu K. Ainul Yaqin sebagai Rois Syuriyah dan K. Md. Widadi Rohim sebagai Rois Tanfidziyah.

“Kiai Nunung dari Annuqayah dan Kiai Widad dari Klabaan. Keduanya sudah mewakili daerah Guluk-Guluk,” pungkasnya.

Menurut Wahyu Afifurrahman, selaku ketua panitia pelaksana, sumber dana yang digunakan untuk memperingati harlah NU ini di antaranya berasal dari keluarga dhalem, iuran bulanan kader penggerak NU, donatur dari alumni dan simpatisan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *