PP Annuqayah Bentuk LBM Putri

Azizatul Andini, PPA Latee II

Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Putri dibentuk  pada tanggal 4 Oktober 2019 di bawah tanggung jawab Kepala Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Annuqayah, K Moh Ramdlan. Jauh sebelum LBM Putri ini dibentuk, pada tahun 2014 sudah didirikan lembaga Lajnah Bahstul Masail Putra.

LBM merupakan lembaga yang kegiatannya fokus memecahkan masalah-masalah hukum Islam yang dikemas dalam bentuk bahtsul masail dan musyawarah kubro. Dua kegiatan ini dilaksankan setiap setengah bulan sekali.

Lembaga yang saat ini diketuai oleh Qawiyatul Imaniyah ini beranggotakan 30 orang dari berbagai divisi.

Untuk saat ini, program yang sudah terealisasi baru bahtsul masail, yang diselenggarakan pada 25 Oktober, setelah acara pelantikan dan pembukaan kegiatan LBM.

Setiap daerah mendelegasikan satu kelompok yang dikoordinir langsung oleh koordinator daerah. Setiap kelompok terdiri atas lima orang. Khusus daerah PPA Latee II dan PPA Lubangsa Putri (Lubri), delegasinya berjumlah dua kelompok, mengingat jumlah santri yang lebih banyak daripada daerah lainnya.

Lokasi kegiatan ini juga dilaksanakan secara bergantian di masing-masing daerah.

“Karena kami tidak memiliki tempat sendiri, maka kami memutuskan untuk digilir setiap kompleks sesuai dengan keputusan teman-teman lajnah. Kami memulainya dari Latee I,” kata Qawiyatul Imaniyah kepada Annuqayah.ID.

Rencananya, pada akhir tahun masa kepengurusan nanti, semua kesimpulan dan hasil akhir dari pembahasan bahtsul masail periode ini, akan dibukukan dan dipublikasikan di tempat-tempat umum.

“Doakan saja, semoga semua rencana kami terealisasi dengan baik dan lancar,” lanjutnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *