PPA Lubangsa Gelar Akhir Sanah 2021

Lukmanul Hakim, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – PPA Lubangsa menggelar acara Malam Puncak Akhir Sanah tahun 2021 pada Sabtu malam (5/6) di halaman Masjid Jamik Annuqayah. Kegiatan ini sebagai kegiatan pemungkas dari serangkaian acara Akhir Sanah yang berlangsung sebelum libur dan setelah libur Ramadan 1442 H.

Kegiatan ini dikemas dengan ceramah keagamaan bersama Habib Haedar bin Abdullah Assegaf yang datangnya dari Kabupaten Bangkalan dan penobatan santri teladan. Acara ini dihadiri oleh dewan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, segenap asatiz Madrasah Diniyah Baramij al-Tarbiyah wa al-Ta’lim (MD BTT), masyarakat sekitar, dan pengurus serta santri PPA Lubangsa.

KH Muhammad Ali Fikri selaku Pengasuh PPA Lubangsa mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh santri untuk tetap konsisten dalam belajar.

“Jadikanlah pondok ini sebagai tempat untuk menambah kualitas ibadah, belajar, keterampilan, dan bersemangat dalam hal kebaikan. Sebisa mungkin santri itu dapat membanggakan kedua orang tuanya yang selama ini selalu membiayai dan mendoakan dari rumah dengan cara berprestasi dan hijrah dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik ke depannya. Misalkan ada masalah dalam keluarganya yang dapat mengganggu iklim belajar, maka janganlah terpengaruh dengan permasalahan tersebut,” dawuhnya.

Kepala Biro Madaris Pondok Pesantren Annuqayah itu juga mengucapkan selamat atas santri yang berprestasi di MD BTT mulai dari santri cumlaude MD BTT, santri teladan MD BTT, dan santri teladan bimbingan khusus (Bimsus) PPA Lubangsa. Beliau juga mendoakan para santri agar mendapat barokah atas ilmu yang diperoleh selama pembelajaran.

“Kami mengucapkan selamat atas prestasi yang didapat oleh santri MD BTT. Jadikanlah prestasi kalian sebagai pecut semangat dalam meningkatkan belajar kalian ke depan. Kami juga mendoakan semoga apa yang kalian capai mendapatkan barokah dan menjadi tambahan kebaikan,” ucap beliau mengakhiri sambutannya.

Pengasuh PPA Lubangsa foto bersama dengan santri teladan (5/6).

Habib Haedar bin Abdullah Assegaf dalam ceramahnya mengulas tentang pentingnya mencari limu bagi santri.

“Santri itu seharusnya mencari ilmu tanpa kenal lelah. Hal ini terjadi karena ilmu bagaikan cahaya yang akan menyinari pemiliknya untuk mencapai jalan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tanpa ilmu, maka hidup kita tidak akan terarah dan terorganisir dengan baik,” jelasnya.

Keturunan keenam Bani Syarqawi ini juga menambahkan pembahasan tentang bagaimana tujuan hidup di dunia.

“Tujuan hidup di dunia itu diantaranya dituntut untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah yang kita lakukan harus didasarkan pada kualitas bukan kuantitas. Ibadah yang dilakukan sedikit tapi apabila niatnya baik, maka itu berpahala besar di sisi Allah Swt. Sebaliknya, ibadah yang dilakukan banyak, tapi niatnya buruk, maka jangan harap berpahala di sisi-Nya,” ungkapnya.

Beliau juga mengatakan tersanjung dan terkesima dengan akhlak santri Pondok Pesantren Annuqayah yang ketika ada kiai atau gurunya lewat di depannya langsung spontan untuk berdiri dengan agak membungkuk.

“Ciri khas yang saya temukan tadi setelah saya tiba di sini yaitu santri berdiri dengan rapi untuk menyambut kedatangan saya. Ini menjadi contoh yang baik dan patut dipertahankan. Saya bangga dan tersanjung dengan kebiasaan santri tersebut,” lanjut beliau.

Di akhir ceramahnya, beliau menyelipkan tentang kiat-kiat untuk menjadi orang hebat dan terhormat di mata masyarakat dan tentunya di sisi Allah Swt.

“Kiat-kiat menjadi orang hebat dan terhormat yaitu kita harus memiliki rasa cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, menghormati sesama, selalu istikamah dalam hal ibadah dan amal baik, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sikap untuk menjalani kehidupan,” pungkas beliau.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *