PPA Al-Furqaan Putri Adakan Pembacaan Selawat Dalail al-Khairat

Ainun Nisa’, PPA Al-Furqaan Putri

Annuqayah.ID – Pondok Pesantren Annuqayah Al-Furqaan Putri memulai kegiatan terbaru berupa Pembacaan Selawat Dalail al-Kahirat pada Selasa, 5 September 2021 yang bertempat di musala PPA Al-Furqaan Putri. Kegiatan ini sudah menjadi pakonan dari Nyai Wardah Mahfoudh dan Kiai M Faizi selaku pengasuh kepada para santri untuk membaca secara rutin setiap hari selawat Dalail al-Khairat karya Syaikh Abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli dan dijadikan sebagai amalan serta tambahan kegiatan rutinitas sehari-hari di PPA Al-Furqaan Putri.

Hal itu bertujuan agar pembacaan kitab selawat tersebut terus berjalan dan tidak berhenti pada Almarhumah Nyai Makkiyah saja (istri Kiai M Faizi) yang sebelumnya selalu dibaca oleh beliau dengan istikamah semasa hidup. Sebagaimana yang didawuhkan oleh Kiai M Faizi sebelum memberikan ijazah kepada para santri, beliau mengatakan bahwa pembacaan selawat Dalail al-Khairat bisa berjalan terus menerus.

“Nak, saya menyuruh kalian membaca selawat Dalail al-Khairat agar supaya kalian bisa mengikuti jejak Almarhumah Nyai Makkiyah yang istikamah membaca selawat ini, sehingga pembacaan selawat tersebut terus bisa diamalkan meskipun ibu nyai sudah wafat,” dawuh beliau.

Pada masa-masa awal ketika santri mulai mengamalkan selawat tersebut, beberapa dari mereka mengakui bahwa lafaz-lafaz yang tercantum dalam kitab Dalail al-Khairat sulit diucapkan. Hal ini terjadi karena para santri merasa asing dan kurang familiar terhadap bacaan-bacaan selawat yang ada di dalam kitab tersebut. Bukan hanya para santri yang merasa kesulitan, bahkan Kiai M Faizi juga mengakui, sehingga agar panji-panji selawat ini mudah dilafazkan maka harus istikamah dibaca setiap hari.

“Solusi yang beliau tawarkan yaitu menganjurkan agar pembacaan selawat sambil lalu didengarkan melalui Mp3 sebagai media, sehingga para santri lebih mudah dan lancar membaca selawat tersebut,” ucap salah satu santri PPA Al-Furqaan Putri, Icha Nurul Izzah ketika ditanya pengalaman awal membaca Dalail al-Khairat.

“Pertama kali mengamalkan shalawat ini, saya menghabiskan waktu 20-30 menit, hal ini karena saya agak sulit mengucapkan lafaz-lafaznya. Juga sebagian besar lafaz tersebut tidak saya kenali, sehingga harus benar-benar teliti. Tapi Alhamdulillah untuk sekarang, jika diberi waktu 15 menit untuk membacanya, insyaallah saya bisa,” ungkapnya.

Lailatul Kamilah Arifin selaku Ketua Pengurus PPA Al-Furqaan putri menaruh harapan besar terhadap keistikamahan para santri terhadap pembacaan selawat Dalail al-Khairat tersebut.

“Pembacaan selawat ini tidak ditentukan harus dibaca kapan, yang terpenting adalah rutin (istikamah, Red) dibaca setiap hari oleh para santri tanpa ada beban. Saya berharap semoga pembacaan selawat ini bisa dijadikan sebagai amalan yang tidak berangkat dari keterpaksaan dan atas perintah dari pengasuh, tetapi murni dari hati para santri untuk mengamalkannya, sehingga insyaallah bisa memberikan manfaat dan membawa berkah untuk kehidupan santri dan semoga menjadi amal jariyah bagi Almarhumah Nyai Makkiyah, karena bagaimanapun kita mempunyai keinginan untuk mengamalkannya itu juga berangkat dari almarhumah,” harapnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *