PPA Kusuma Bangsa Gelar Sarasehan Entrepreneur

Uswatun Hasanah, PPA Kusuma Bangsa

Annuqayah.ID – Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa Putri mengadakan kegiatan Sarasehan Intrepreneur pada Jumat (10/09/2021) yang bertempat di musala PPA Kusuma Bangsa. Kegiatan ini dikemas dengan penyajian dengan tajuk “Menumbuhkan Jiwa Intrepreneur Pada Diri Santri” bersama Bapak Noer Musthafa. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh seluruh santri PPA Kusuma Bangsa Putri. Dalam kegiatan tersebut berisi tentang kajian yang dipandu oleh seorang moderator saudari Ati’aturrahmah, salah satu pengurus PPA Kusuma Bangsa Putri.

Siti Maltufah selaku Ketua Pengurus  PPA Kusuma Bangsa Putri mengutarakan tujuan kegiatan ini dilaksanakan.

“Tujuan kegiatan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan pada santri dan tentunya sesuai dengan tema yang dibuat oleh pengurus Divisi Pendidikan selaku pembuat program kerja dalam kepengurusan Divisi Pendidikan,” ujarnya ketika sambutan.

Santri PPA Kusuma Bangsa Putri sedang menyimak penyajian dalam kegiatan Sarasehan Entrepreneur (10/09).

Bapak Noer Musthafa selaku penyaji mengawali pembahasannya dengan memberikan pengantar seputar intrepreneur.

“Intrepreneur secara lebih mendalam adalah sorang yang kreatif atau inovatif yang membawa ide baru untuk memulai bisnis. Saat dia memperkenalkan ide-ide baru kepada dunia, dia menghadapi banyak rintangan dan risiko untuk meluncurkan ide-ide tersebut. Tapi begitu dia melewati semua rintangan, dia bisa mendominasi pasar karena idenya unik, jadi dia tidak punya pesaing. Dia memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi apa pun karena dia memperkenalkan jalan baru menuju kesuksesan,” tuturnya.

Guru MA 1 Annuqayah itu juga mengulas tentang syarat-syarat untuk menjadi intrepreneur.

“Syarat-syarat untuk menjadi intrepreneur yaitu punya modal, fokus pada tujuan, punya skill, harus bisa pandai berkomunikasi dengan baik, dan bisa berpikir positif. Di samping itu, kita juga harus berpikir bahwa kita itu pasti bisa mencapai apa yang kita impikan dan jangan berpikir bahwa kita akan gagal,” ujarnya.

Alumni PPA Daerah Lubangsa itu juga menyelipkan pembahasan tentang visi dari seorang intrepreneur.

“Dari segi visi, seorang intrepreneur selalu berpikir untuk kondisi yang akan datang. Sehingga selalu memiliki inspirasi untuk menciptakan suatu produk yang baru. Selain itu, produk yang diciptakan juga memiliki jenis yang sama dengan produk yang dibuat sebelumnya. Akan tetapi tetap memikirkan masalah profit yang didapat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan beberapa kesimpulan dan pembacaan Hamdalah dari Ati’aturrahmah selaku moderator.

“Intrepreneur memiliki orisinalitas dalam idenya dan memiliki keyakinan untuk membuat jalannya sendiri dan mengambil risiko. Menjadi seorang intrepreneur, maka kita harus memenuhi syarat-syarat untuk menjadi seorang intrepreneur yang salah satunya kita harus berfikir positif. Artinya positif dalam segala hal baik itu dari feeling, kata-kata, atau tindakan kita,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *