PPA Latee I Gelar Binasaba dengan Tema “Nyantri Sepenuhnya, Ngabdi Setulusnya”

Ana Fithrotul Jannah, PPA Latee I

Annuqayah.ID – Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee I kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan yaitu Bimbingan dan Pembinaan Santri Baru (Binasaba) tahun 2021. Kegiatan ini dimulai pada hari Sabtu, 25 September 2021 sampai Selasa, 28 September 2021 bertempat di Aula Madrasah Diniyah Annuqayah Latee I. Kegiatan Binasaba kali ini dikemas dengan beberapa penyajian dan mengangkat tema “Nyantri Sepenuhnya, Ngabdi Setulusnya.”

Seremonial pembukaan acara dilaksanakan pada Sabtu siang. Acara dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah bersama dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah satu peserta Binasaba ‘21, kemudian diteruskan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ustazah Rummanah Himin selaku Ketua Panitia. Dalam sambutannya, beliau berharap agar santri dapat mengamalkan ilmu yang telah diraihnya.

“Binasaba tahun ini bertemakan “Nyantri Sepenuhnya, Ngabdi Setulusnya”, tema ini merupakan usulan salah satu panitia yang berpikir bahwa kebanyakan santri tidak tahu bahwa sejatinya santri itu bukan hanya nyantri dan belajar akan tetapi juga ada nilai ngabdinya. Di samping itu, saya berharap agar teman-teman santri tidak hanya mendapat ilmu, tapi juga diamalkan. Tidak hanya diamalkan dan berguna di sini, tapi juga nanti ketika telah terjun ke masyarakat,” paparnya.

Harapan ini tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh ketua panitia Binasaba ‘21 yakni datangnya dari Ustazah Faridah Hamdi, beliau berharap kepada santri agar dapat mengamalkan ilmunya nanti ketika sudah menjadi alumni.

“Saya berharap, para santri baru dapat mengikuti acara ini dengan senang hati dan dengan hati yang ikhlas. Hal itu bertujuan agar mereka belajar dengan rajin dan dapat mengamalkan ilmunya serta berguna bagi orang lain, tidak hanya ketika mondok tapi juga nanti setelah menjadi alumni. Di samping itu, tujuan diadakannya acara Binasaba ‘21 ini agar santri dapat mengenal Pondok Pesantren Annuqayah serta para pengasuhnya,” ujarnya.

Penyajian pertama dilaksanakan pada Sabtu malam dengan materi “Sejarah Pondok Pesantren Annuqayah Latee I” yang disampaikan oleh Dr Nyai Hani’ah, S.Pd., M.Pd., pada materi ini beliau menyampaikan tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Annuqayah pada umumnya, kemudian tentang Latee I secara lebih rinci.

Penyajian kedua terlaksana pada Ahad malam dengan materi “Aswaja dan ke-NU-an” yang disampaikan oleh KH Mohammad Hosnan, M.Pd., beliau menjelaskan bahwa aswaja dan Annuqayah tidak bisa dipisahkan. Di samping itu, beliau juga menjelaskan tentang karakter aswaja yang dibagi menjadi empat, yaitu tawasuth, tawazun, ta’adul, dan tasamuh.

Penyajian ketiga dilakukan pada Senin malam dengan materi “Nyantri Sepenuhnya, Ngabdi Setulusnya” yang juga disampaikan oleh Dr Nyai Hani’ah, S.Pd., M.Pd.,beliau menyampaikan beberapa cara mengabdi santri kepada kiai bisa dilakukan tidak hanya melalui tenaga, akan tetapi juga harta dan doa. Beliau juga berpesan bahwa jati diri santri itu seharusnya sebagai pencari ilmu, pengabdi, menjaga citra diri, dan memperbaiki akhlaknya.

Acara ini ditutup dengan penutupan yang berbentuk seremonial pada Selasa malam (28/9), kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari masing-masing kelompok Binasaba ‘21 dan yang terakhir pemberian hadiah kepada peserta terbaik.

“Ada banyak perubahan setelah saya mengikuti Binasaba ‘21 ini. Saya juga merasa senang karena adanya Binasaba ini dapat mendidik saya dengan baik dan membuat saya berpikir lebih kritis tentang bagaimana ke depannya kita harus menjalani hidup yang penuh dengan berbagai rintangan. Dengan adanya Binasaba ‘21 ini saya bisa sadar bahwa saya harus melangkah lebih baik dari pada yang sebelumnya,” begitulah kesan Lina Farida, peserta terbaik Binasaba tahun ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *