PPA Lubangsa Selatan Putri Adakan Lomba Pengumpulan Sampah Botol

Naimatus Sarirotul Izzah, PPA Lubangsa Selatan Putri

Annuqayah.ID – Pengurus Divisi Kebersihan Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan Putri Masa Bakti 2021-2022 mengadakan kegiatan Lomba Pengumpulan Sampah Botol pada Selasa (21/09/2021) yang bertempat di PPA Lubangsa Selatan Putri. Sampah botol yang dimaksud oleh pengurus Divisi Kebersihan PPA Lubangsa Selatan Putri adalah segala jenis botol dan gelas minuman bekas, baik yang berwarna ataupun dari jenis air mineral.

Imroatus Shofiyah selaku koordinator Divisi Kebersihan menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya lomba pengumpulan sampah botol tersebut untuk membersihkan atau setidaknya meminimalisir sampah botol di lingkungan PPA Lubangsa Selatan Putri. Dia juga mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk perawatan terhadap bumi.

“Menyandang gelar khalifah di muka bumi, manusia secara langsung telah memiliki peran yang begitu mulia untuk menjaga dan melestarikan hidup dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya kepada sesama manusia dan juga kepada binatang, akan tetapi kepada bumi yang kita tempati ini. Maka kegiatan ini sebagai bentuk cinta dan perawatan terhadap bumi.”

Dirinya juga berharap agar kegiatan lomba ini terlaksana secara terus menerus hingga akhir periode kepengurusan.

“Karena ini program kerja baru, besar harapan kami agar program lomba sampah botol bisa berjalan secara terus menerus, artinya tidak hanya berlangsung di awal periode saja, namun bisa terus terlaksana hingga akhir pengabdian, dan kita semua mampu untuk turut menjaga bumi dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ungkap perempuan asal Gili Raja tersebut dengan penuh harap.

Untuk memulai program lomba sampah botol ini, pengurus Divisi Kebersihan terlebih dahulu mengadakan rapat bersama dengan seluruh ketua kamar. Pada rapat tersebut, pengurus Divisi Kebersihan menginformasikan aturan-aturan yang terdapat pada lomba sampah botol. Dengan demikian, setiap ketua kamar memiliki kewajiban untuk memotivasi seluruh anggota kamarnya agar bisa membiasakan mengumpulkan, memilih, dan memilah sampah gelas dan botol.

Lailatul Qadariyah seorang mahasiswi Prodi Ekonomi Syari’ah (ES) Instika Guluk-Guluk sekaligus ketua kamar Blok B-01 mengapresiasi program kerja baru yang diadakan oleh pengurus Divisi Kebersihan ini.

“Saya menilai program ini baik karena memang memiliki tujuan yang mulia dan baik pula, yaitu untuk meminimalisir sampah botol di kawasan pondok. Kalau tidak dibedakan antara sampah gelas atau botol dengan sampah yang lain, biasanya teman-teman itu punya kebiasaan buruk sehabis makan lalu cuci tangan ke gelas itu. Sampah memang selalu menjadi permasalahan yang krusial diberbagai tempat, bahkan di pondok pesantren. Karenanya, harus membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan di manapun dan kapanpun,” jelasnya.

Penyetoran sampah gelas dan botol dilakukan setiap hari yang diperoleh dari masing-masing kamar. Setelah banyak terkumpul, pengurus Divisi Kebersihan membersihkan sampah tersebut dengan membedakan bagian atas dan bawahnya secara bersama-sama. Biasanya dilaksanakan di depan kantor pesantren PPA Lubangsa Selatan Putri pada malam hari.

Dalam pelaksanaan program tersebut, seluruh santri PPA Lubangsa Selatan Putri ikut berpartisi dalam menyemarakkan lomba ini yang berlangsung selama satu periode, baik dari kalangan santri yang masih duduk di bangku SLTP, SLTA, PT, dan bahkan yang telah selesai menempuh pendidikan strata satu. Mereka saling mengingatkan satu sama lain untuk membiasakan membuang sampah gelas dan atau botol ke tempat sampah yang telah disediakan di kamar masing-masing.

Salah satu contohnya adalah santri kelas VIII Cendikia MTs 1 Putri Annuqayah bernama Arina Yasmine, ia mengaku senang sekalipun sedikit kesulitan dalam mengumpulkan sampah gelas dan botol karena anggota kamarnya terbiasa mengkonsumsi air kran.

“Saya sudah biasa minum air kran, jadi sulit mengumpulkan sampah seperti botol. Kalau saya sendiri cara mengumpulkan botol dan gelas itu ketika berada di sekolah, baik ketika membeli minuman, air mineral, dan sebagainya. Sampahnya itu tidak dibuang ke tempat sampah yang ada di kelas, akan tetapi saya simpan dalam tas, lalu saya bawa pulang ke pondok, kemudian saya letakkan di tempat sampah,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *