Sebanyak 35 Kader Pengurus Ponkestren Annuqayah Resmi Dilantik

Partomo, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Prosesi pelantikan pengurus baru Pondok Kesehatan (Ponkestren) Pondok pesantren Annuqayah periode 2020-2022 M berjalan lancar Selasa (28/7) kemarin. Kegiatan ini dihelat di gedung Ponkestren Annuqayah dari jam 1 sampai 2.30 sore.

Hadir dalam pelantikan ini Kepala Biro Kebersihan dan Kesehatan, Kiai Moh Ilyas Naufal, Ketua Pelaksana Biro Kebersihan dan Kesehatan, Bapak Annas, S. Pd. I, tiga orang perawat, satu dokter dan satu asisten dokter Puskesmas Kecamatan Guluk-Guluk.

Senarai kegiatan dalam proses pelantikan ini dimulai dengan pembukaan oleh Kiai Moh Ilyas Naufal dilanjut dengan pembacaan SK, diteruskan dengan pelantikan pengurus baru oleh Kiai Moh ilyas Naufal, dan sebelum diakhiri dengan pembacaan doa oleh beliau terlebih dahulu Bapak Annas, S. Pd. I dan dr. Nurana Sofiya Angraini memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Bapak Annas mengatakan bahwa beliau mewakili sambutan yang semestinya disampaikan oleh Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah, KH Moh Naqib Hasan yang berhalangan hadir sebab sedang bertugas di kantor Pendidikan Nasional Kabupaten Sumenep.

“Beliau mewakilkan kepada Kepala Biro Kebersihan dan Kesehatan yang kemudian diwakilkan kepada saya,” ucap beliau di dela-sela sambutannya.

Dokter Nurana Sofiya Angraini saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus baru Ponkestren Annuqayah

Ponkestren, lanjut Bapak Annas, merupakan bagian dari unit kegiatan yang ada di Pondok Pesantren  Annuqayah yang melayani dalam bidang kesehatan dan berada di bawah naungan Biro Kebersihan dan Kesehatan Pondok Pesantren Annuqayah.

“Keberadaan Ponkestren merupakan impian dari seluruh dewan pengasuh untuk melayani masalah kesehatan santri yang jumlahnya semakin tahun semakin banyak. Semakin banyaknya populasi di pesantren ini menambah tugas perawat semakin banyak dan tambah berat,” lanjut beliau.

Beliau juga mengatakan bahwa yang paling penting dari tugas Ponkestren adalah mempromosikan kesehatan kepada seluruh santri di samping juga melakukan tindakan preventif (bersifat pencegahan) dan kuratif (bersifat pengobatan).

Di akhir sambutannya Bapak Annas menegaskan bahwa pengurus Ponkestren adalah pengabdi pondok pesantren sehingga diimbau untuk tetap melanjutkan tradisi makruf.

“Karena di sini antara pelayanan untuk putra dan pelayanan untuk putri satu atap berbeda dengan pesantren daerah dan satuan lembaga lainnya maka jangan sampai ada masalah. Kita harus melanjutkan tradisi makruf atau etika. Saya yakin kalian mampu menjaga tradisi makruf Pondok Pesantren Annuqayah.”

Sedangkan dr Nurana Sofiya Angraini yang mewakili kepala Puskesmas Kecamatan Guluk-Guluk mengharapkan agar kader Ponkestren dengan senang hati dan ikhlas mengabdi. Bukan disebabkan oleh paksaan. Beliau juga berharap agar pengabdian di Ponkestren dilakukan atas dasar mencintai pekerjaan tersebut.

“Dengan begitu kerja kita akan maksimal,” ucap dokter muda ini.

Beliau juga berharap agar semua kader Ponkestren aktif mengabdi dan tidak malu untuk bertanya jika ada yang kurang dipahami.

“Lima perawat Puskesmas yang ditugaskan di sini semuanya jempolan,” tuturnya yang langsung disambut tepuk tangan kader Ponkestren.

Fahri Humada selaku ketua baru Ponkestren putra mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran pengurus pesantren yang telah memberikan amanah kepadanya dan rekan-rekannya.

“Saya ingin di lingkungan Annuqayah atau lembaga-lembaga Annuqayah atau unit-unit lainnya ikut berpartisipasi dalam menjaga kesehatan, dan memberikan dukungan  kepada Ponkestren agar ke depannya lebih baik,” ucapnya saat ditemui setelah pelantikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *