Sebarkan Virus Cinta Baca Lewat Workshop

Moh. Ridwan dan Partomo, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – KKN-DR Instik Annuqayah Posko 48 yang beranggotakan 14 orang malam ini, Selasa 25 Agustus 2020, melaksanakan acara workshop dengan tema “Menyebarluaskan Virus Cinta Baca Santri”. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman PPA Lubangsa Putri ini bekerja sama dengan Perpustakaan dan Forum Literasi Santri (Frasa) Lubangsa Putri.

Tidak tanggung-tanggung narasumber yang didatangkan oleh panitia merupakan guru yang pada tahun 2017 kemarin mendapat penghargaan sebagai guru produktif di Jakarta dan sudah menelurkan sebanyak 56 buah buku.

“Itu semua karena membaca,” ucap narasumber yang langsung disambut tepuk tangan dari santri.

Narasumber yang juga alumni PPA Lubangsa Putri ini menambahkan bahwa semua ilmu dapat diperoleh dengan cara membaca. Oleh sebab itu, dalam materi yang disampaikan, beliau mengajak santri untuk terus membaca.

Karimatuz Zahro, selaku ketua KKN Posko 48 yang bertempat di PPA Lubangsa Putri mengatakan bahwa workshop yang digelar merupakan kegiatan inti dari senarai program yang dilaksanakan oleh KKN-DR Posko 48.

“Sebenarnya dari pantia KKN itu tidak sebesar ini rencana awalnya,” ucapnya saat ditanya tentang alasan menggelar workshop cinta literasi ini.

Akan tetapi, lanjutnya, setelah berkonsultasi dengan Ibu Roziqoh, salah satu guru MTs 1 Annuqayah Putri, beliau menyarankan Ibu Widayanti Rose sebagai narasumber.

 

Narasumber saat memberikan materi workshop di hadapan santri PPA Lubangsa Putri

“Gimana kalau seandainya Ibu Widayanti yang juga alumni Lubri sebagai narasumbernya,” ucap ketua posko menirukan perkataan Ibu Roziqoh.

Akhirnya panitia menyepakati setelah sebelumnya mendapat restu dari pengasuh PPA Lubangsa Putri.

“Setelah menyampaikan kepada pengasuh ternyata beliau menyetujui,” lanjutnya.

Tujuan KKN-DR Instika Posko 48 menggandeng perpustakaan agar setelah kegiatan ini usai pengurus perpustakaan bisa melanjutkan program ini. Sehingga minat baca santri tetap terjaga meski masa KKN sudah berakhir.

“Programnya memang mengacu kepada literasi. Objeknya adalah santri Lubri. Mereka diajak membaca buku di perpustakaan atau membaca koran,” tukasnya.

Menurut ketua perpustakaan, Ulfatul Maghfiroh, program ini merupakan kegiatan baru.

“Sejak program ini dilaksanakan pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan drastis,” akunya saat ditanya dampak program KKN ini bagi perpustakaan.

Dia berharap dengan adanya ini semua santri PPA Lubangsa Putri terbiasa dengan membaca. Sehingga virus cinta baca yang dicanangkan menjadi kebiasaan dan karakter santri.

“Semoga setelah ini santri bisa belajar sendiri tanpa harus ditemani oleh mbak-mbak KKN,” ucap santri asal Guluk-Guluk tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *