Senat Mahasiswa Instika Mengadakan Penyuluhan Tuberculosis

Uzlifatul Laily, Lubangsa Selatan Putri

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Demikian ikhtiar yang dilakukan pengurus Senat Mahasiswa (Sema) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep melalui penyelenggaraan kegiatan penyuluhan tuberculosis (TBC) yang diikuti oleh mahasiswa Instika pada tanggal 7 Desember 2019. Kegiatan ini bertempat di ruang KA. 07 Instika.

Kegiatan ini, menurut Etriyah Noer Zain sebagai Ketua Sema Instika, merupakan program kerja pengurus Ponkestren (Pondok Kesehatan Pesantren) Annuqayah. “Kami hanya membantu menyelenggarakan. Kegiatan ini di luar proker Sema,” imbuhnya.

Pihak Ponkestren sendiri sebenarnya menganjurkan agar peserta penyuluhan terdiri dari seluruh mahasiswa kalong. Namun, pengurus Sema mengaku mengalami kesulitan untuk menghubungi mahasiswa kalong secara keseluruhan. Sehingga kegiatan ini bersifat umum dan bebas diikuti seluruh mahasiswa.

Berdasarkan data yang tercantum dalam daftar hadir, peserta berjumlah 22 orang yang didominasi oleh pengurus KBM (Keluarga Besar Mahasiswa), yakni pengurus DEMA-I dan UKM. Akan tetapi, peserta aktif—selain panitia—yang mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir berjumlah 18 orang ditambah 3 orang dari pengurus Ponkestren.

Siti Ruqayyah, pengurus Ponkestren yang menjadi petugas penyuluhan, menyatakan kegiatan ini merupakan program STPI (Satuan Pro Tuberculosis Indonesia) di Jakarta. Mereka menargetkan terlaksananya penyuluhan TBC di dua pesantren Madura, yakni Annuqayah Guluk-Guluk dan Al-Karimiyah Gapura. “Mereka kemudian melakukan kaderisasi kepada santri di kedua pesantren ini. Pengurus Ponkestrenlah yang menjadi kader TBC di Annuqayah.”

Selanjutnya, terkait dengan pembicara pada penyuluhan ini, menurut Siti Ruqayah, biasanya dipandu langsung oleh pengurus STPI yang beberapa hari lalu bermalam di Annuqayah. Namun, karena mereka sudah balik ke Jakarta, maka diambil alih oleh petugas Puskesmas Guluk-Guluk. “Alhamdulillah, mereka menyambut baik kegiatan ini. Dan bersedia menjadi pembicara penyuluhan.”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *