SMA 3 Annuqayah Berupaya Mencetak Generasi Qur’ani

Mus’idah, SMA 3 Annuqayah

SMA 3 Annuqayah pada Rabu (27 November 2019), telah mewisuda siswa kelas akhir yang berhasil menuntaskan hafalan Alqur’annya. Acara ini merupakan yang pertama dihelat secara formal sejak rutinitas menghafal juz ke-30 itu berlangsung mulai tahun 2008. Ajang tersebut melahirkan satu siswa terbaik, yaitu Suhailah dari kelas XII Program Ilmu-Ilmu Sosial.

Wisuda Tahfidhul Qur’an merupakan acara puncak. Selama seminggu, satu per satu siswa kelas akhir ditashih hafalannya di bawah bimbingan Ibu Nyai Fairuzah Tsabit. Pentashihan itu dilakukan agar mereka benar-benar memperhatikan bahwa program ini sangat penting, dan selanjutnya bisa merawat hafalannya untuk kehidupan panjang mereka kelak.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Biro Madaris Pondok Pesantren Annuqayah, KH Moh. Ali Fikri, Direktur Madaris 3 Annuqayah, K. Muhammad Faizi, para kiai dan nyai di lingkungan daerah Sawajarin, dewan guru SMA 3 Annuqayah, dan utusan pengurus putri daerah.

Dalam sambutannya, Nyai Fairuzah Tsabit sebagai pembimbing hafalan, berharap agar para wisudawati tetap merawat hafalannya sampai kapan pun.

“Jangan karena merasa dibuat acara secara formal dalam bentuk wisuda seperti ini, lalu antusias menghafal. Namun, setelah selesai acara sedikit demi sedikit hafalannya menjadi hilang,’’ ujar beliau.

Nyai Fairuzah juga berpesan agar acara tersebut bukan yang terakhir dalam kehidupan para wisudawati. Akan tetapi, hal tersebut merupakan awal dari suatu proses panjang dalan kehidupan mereka.

“Jadikan nilai-nilai Alqur’an sebagai landasan kehidupan di mana pun berada. Sampai kalian berkeluarga, cetaklah generasi Qur’ani. Dengan demikian, Alqur’an akan benar-benar menjadi petunjuk di kehidupan dan insya Allah akan memberi syafaat di alam baka nanti,’’ lanjut beliau.

KH Moh. Ali Fikri juga memberikan sambutan dan apresiasi mendalam. Menurut beliau, di tingkat sekolah dan madrasah, acara seperti ini merupakan yang pertama di Annuqayah. Annuqayah memang tidak menyelenggarakan program hafalan Alqur’an, tapi jika ada santri yang berminat, Annuqayah ikut mendukung.

Menurut beliau, acara ini merupakan pemikiran yang sangat positif dan progresif yang disumbangkan oleh SMA 3 Annuqayah agar dapat berimbas kepada satuan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah lainnya. Rupanya, pemikiran ini sesuatu yang amat wajar terjadi di Madaris 3, sebab KH. Mahfudh Husaini, peletak dasar sistem pendidikan di Annuqayah, adalah seorang kiai yang berpikiran sangat maju di zamannya.

“Ingatlah kepada ayat yang pertama turun, yakni iqra’. Dengan menghafal atau mendaras Alqur’an ini, semoga kemampuan dasar kalian, yaitu dalam melahirkan dan mengembangkan insan berilmu, akan senantiasa bermanfaat terhadap diri sendiri, orang lain, agama dan bangsa. Manakala ayat-ayat Aqur’an telah dihafal, jangan sampai lupa lagi. Karena jika itu terjadi, kita telah berdosa kepada Allah SWT. Rawatlah hafalan itu dengan cara membacanya dan murojaah secara berulang-ulang,’’ harap beliau.

Acara ini dipungkasi dengan pembacaan doa oleh Direktur Madaris 3 Annuqayah, K. Muhammad Faizi. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan foto-foto bersama antarpeserta, peserta dengan pembimbing, dan peserta dengan orang tua atau walinya masing-masing, yang memang turut diundang demi memeriahkan acara ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *