Waspada DBD; Dinas Kesehatan Sumenep Adakan Fogging di Annnuqayah

Moh. Ridwan dan Iqbal Ramadhani, Sekretariat-PPA

Annuqayah.ID – Berdasarkan keterangan yang diperoleh reporter Annuqayah.ID, tiga pesantren daerah di Annuqayah diduga menjadi tempat berkembangnya nyamuk Demam Beradarah (DBD). Menurut pernyataan saudara Ilyasi selaku ketua Ponkestren Annuqayah, saat ini sudah ada tiga santri yang dinyatakan positif terjangkit penyakit demam berdarah. Tiga santri tersebut berasal dari Latee Putra, Latee Putri dan Lubangsa Utara Putri.

Pagi ini Kamis (5/3) jam 09.00 WIB Dinas Kesehatan Sumenep beserta Puskesmas Guluk-Guluk dan Ponkestren Annuqayah melakukan fogging di tiga daerah Annuqayah. Pelaksanaan fogging dimulai dari daerah Latee putra dengan didampingi oleh pengurus Departemen Olahraga dan Kesehatan Pondok Pesantren Annuqayah Latee.

Bapak Busahemi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa pelaksanaan fogging ini hanya akan dilaksanakan di tiga daerah Annuqayah yang diduga menjadi tempat berkembangnya nyamuk berbahaya.

“Untuk daerah yang lain akan dilakukan survei dan peninjauan lebih lanjut,” tuturnya kepada Annuqayah.ID.

Bapak Busahemi (posisi duduk) Saat Berada di Ponkestren Annuqayah.

Beliau melanjutkan bahwa di daerah Guluk-Guluk korban penyakit demam berdarah hanya ada di Annuqayah. Sementara di daerah Sumenep secara keseluruhan berjumlah 5 orang dan keadaannya sudah mulai membaik.

Untuk selanjutnya dalam pencegahan penyebaran nyamuk DBD, Pihak Puskesmas Guluk-Guluk dan Dinas Kesehatan Sumenep berencana untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M+ di Annuqayah yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang.

“Kegiatan 3M+ ini sangat efisien dan efektif untuk membunuh nyamuk. Selain juga karena menghemat biaya, juga ampuh dalam membunuh nyamuk. Jika kegiatan 3M+ ini dilakasanakan secara rutin, kemungkinan Annuqayah akan terbebas dari nyamuk demam berdarah,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *